Home / Belitong Economic and Business

Jumat, 23 Mei 2025 - 11:25 WIB

Meski Bandara Sudah Internasional, Direktur Polbel Nilai Perlu Effort Tarik Wisatawan Mancanegara

Kegiatan seminar Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Belitung di GSG Ishak Zainudin, Kamis 22 Mei 2025 kemarin.

Kegiatan seminar Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Belitung di GSG Ishak Zainudin, Kamis 22 Mei 2025 kemarin.

BelitongToday, Tanjungpandan – Direktur Politeknik Belitung, Muhammad Hartian Ramadhan menilai Pemerintah Kabupaten Belitung perlu melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Hal ini disampaikan Hartian Ramadhan dalam kegiatan Seminar Hari Kebangkitan Nasional 2025 di Gedung Serba Guna (GSG) Ishak Zainudin, Kamis 22 Mei 2025 kemarin.

Ia menambahkan, seminar Hari Kebangkitan Nasional 2025 yang digelar oleh BEM Politeknik Belitung ini menghadirkan tiga narasumber Mukhamad Afandi selaku Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan Manggar, Belitung Timur, Hamzah Kabid Usaha Perdagangan DKUKMPTK Belitung, dan Hartian Ramadhan selaku Direktur Politeknik Belitung.

Hartian Ramadhan menjelaskan, sejak pandemi COVID-19 lalu sektor pariwisata Belitung terpukul dan merasakan dampak yang cukup berat sehingga kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar negeri mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Baca Juga  Ratusan Umat Islam di Belitung Gelar Aksi Bela Palestina, Kumpul di Bundaran Tugu Satam

Hartian Ramadhan menjelaskan, meskipun demikian pemerintah daerah sudah berupaya menyiapkan insfratruktur penunjang pariwisata mulai dari pembangunan hotel hingga dukungan di sektor pendidikan.

“Seperti adanya SMK Pariwisata. Tapi pertanyaannya, bagaimana caranya kita bisa mendekatkan orang agar mau datang ke Belitung Itu masih menjadi tanda tanya besar bagi kita semua,” beber Direktur Politeknik Belitung, Hartian Ramadhan, Kamis 22 Mei 2025 kemarin.

Hartian melanjutkan, meskipun Bandara Hanandjoeddin kini sudah berstatus bandara internasional. Namun sebagai orang yang berkecimpung di dunia pariwisata, tetap bertanya-tanya, setelah ini, apa langkah nyata pemerintah untuk menarik wisatawan mancanegara ke Belitung.

Baca Juga  PN Tipikor Pangkalpinang Gelar Sidang Perdana Kasus Tipikor Renovasi Gedung Bedah Sentral RSUD Beltim

Hartian berpendapat bahwa minat kunjungan wisatawan asing ke Belitung masih rendah sehingga perlu upaya untuk menggenjot kunjungan wisatawan ke Belitung.

“Kalau saya melihat minat wisatawan asing ke Belitung masih tergolong rendah. Meski begitu, saya mengapresiasi bahwa pemerintah daerah terus berupaya untuk mengembangkan sektor ini,” paparnya.

Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu pemerintah daerah untuk menarik kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara ke Belitung.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memikirkan dan membantu pemerintah mencari cara agar wisatawan mancanegara bisa tertarik dan masuk ke Belitung,” ajaknya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

Masyarakat Belitung Serbu Pasar Tani HUT Korpri Ke-52

Belitong Economic and Business

Cek Kesesuaian Penerimaan Pajak, KPK RI Sambangi Restoran dan Hotel di Belitung
Festival Jajak Lebaran

Belitong Economic and Business

Promosikan Produk UMKM Lokal, Pemkab Belitung Timur Bakal Gelar Festival Jajak Lebaran

Belitong Economic and Business

Belitung Food Court Mampau Resmi Dibuka, Ayo Berburu Kuliner Lezat dan Harga Terjangkau
APBDes buku limau

Belitong Economic and Business

Monitor Realisasi APBDes, Camat Manggar Kunjungi Desa Buku Limau

Belitong Economic and Business

Kerapu Belitung Tembus Pasar Hong Kong, Volume Ekspor Naik Signifikan

Belitong Economic and Business

Penerbangan Scoot Perdana Singapura – Tanjungpandan 3 Mei 2026, Belitung Tampil Gagah di Kancah Internasional
Dubes Uzbekistan

Belitong Economic and Business

Bebas Visa 30 Hari, Dubes Uzbekistan Berharap Masyarakat Indonesia Bisa Berwisata ke Bukhara, “Negeri Para Imam”