BelitongToday, Tanjungpandan – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Belitung resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XVI Tahun 2026.
Agenda strategis pemuda ini menjadi panggung adu gagasan sekaligus momentum memperkuat sinergi antara pemuda dan Pemerintah Kabupaten Belitung dalam menyongsong tantangan zaman.
Sinergi dan Kesiapan Panitia
Ketua Panitia Musda XVI DPD KNPI Belitung, Isfeb Tanta, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pembukaan acara dalam keadaan sehat walafiat.
Ia menjelaskan bahwa Musda kali ini diikuti oleh seluruh delegasi yang memiliki hak suara dan hak bicara, yang terdiri dari jajaran pengurus DPD KNPI Belitung, pengurus Kecamatan se-Kabupaten Belitung, serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berhimpun di KNPI Belitung.
”Kami atas nama jajaran panitia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Belitung atas dukungan moril maupun materil. Apresiasi juga kami sampaikan kepada pihak kepolisian dan seluruh panitia yang telah bekerja keras siang dan malam demi menyukseskan acara ini,” ujar Isfeb.
Ia juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam persiapan dan mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban serta menjadikan Musda sebagai ajang adu gagasan, bukan perpecahan.
Kedewasaan Organisasi dan Mitra Strategis Pemerintah
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Belitung, Husri, dalam sambutannya menekankan bahwa pelaksanaan Musda ke-XVI ini menandakan kematangan usia organisasi yang sudah semakin dewasa. Ia memaparkan bahwa jalannya Musda kali ini dihadiri oleh 34 OKP yang telah resmi terverifikasi oleh DPD KNPI Belitung.
Husri tidak menampik bahwa mengurus rumpun OKP di Belitung membutuhkan kerja keras serta tanggung jawab yang besar. Namun, ia menegaskan posisi penting KNPI dalam pembangunan daerah.
”KNPI adalah mitra kritis dan strategis pemerintah daerah. Jadi, peran kita bukan hanya sekadar mengkritik, tetapi kita juga dituntut untuk selalu hadir memberikan solusi nyata,” tegas Husri.
Soroti Tiga Tantangan Besar Pemuda
Ketua DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zamzani, turut hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi kepada kepengurusan Husri yang dinilai sukses mengawal jalannya roda organisasi hingga menyiapkan estafet kepemimpinan selanjutnya.
Dalam dinamika pemilihan, Zamzani menyapa dua Bakal Calon (Bacalon) Ketua KNPI Belitung, Dicky dan Rebie. Ia berpesan agar keduanya tetap menjaga solidaritas di tengah tingginya tensi kompetisi. Demi menjaga netralitas dan kemandirian daerah, DPD KNPI Babel memilih untuk bersikap abstain.
”Beri kepercayaan kepada mereka, bersaing secara sehat. Kami (DPD KNPI Babel) punya hak suara namun kami abstain, karena kami ingin DPD KNPI Belitung memilih pemimpin sendiri dari hati nurani,” kata Zamzani.
Lebih lanjut, Zamzani menyoroti tiga tantangan krusial yang saat ini sedang dihadapi oleh generasi muda: Disrupsi Teknologi (AI): Kehadiran teknologi instan yang berpotensi melemahkan daya berpikir kritis. Lemahnya Persatuan: Hambatan yang dipicu oleh ego komunitas dan ego individu. Kebingungan Ekonomi: Maraknya jalan pintas finansial negatif.
Zamzani memaparkan data mencengangkan bahwa sebanyak 67,8 persen anak muda di Bangka Belitung terlibat dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online.
Ia pun berpesan kepada Husri beserta jajaran pengurus yang akan demisioner agar terus konsisten menjadi pengayom bagi pergerakan anak muda ke depan.







