BelitongToday, Gantung – Hamparan padi menguning membentang di kawasan Sawah Danau Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, menjadi penanda musim panen telah tiba. Di bawah langit cerah, bulir padi yang merunduk tertiup angin menghadirkan suasana syukur bagi para petani yang akhirnya memanen hasil kerja keras mereka.
Panen perdana ini dilakukan di lahan seluas kurang lebih 1,8 hektare dalam pengembangan Agrowisata Keretak Sawah Nujau Hijau, dengan estimasi produksi mencapai 8 hingga 10 ton gabah kering.
Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten, bersama Komandan Kodim (Dandim) 0414 Belitung Letkol Inf. Teguh Adi Setiawan, perwakilan Polres Beltim, anggota DPRD, serta masyarakat, turut memanen padi yang telah menguning pada Kamis (26/3/2026).
Kamarudin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para petani Desa Gantung yang telah berinisiatif mengembangkan kawasan tersebut menjadi agrowisata produktif yang terintegrasi dengan sektor pertanian.
“Atas nama Pemkab Beltim, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan para petani yang telah bekerja keras. Ini langkah yang sangat baik dalam memadukan sektor pertanian dengan pariwisata,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan Agrowisata Keretak Sawah Nujau Hijau tidak hanya menjaga keberlanjutan lahan pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Pertanian tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga bisa menjadi ruang edukasi, rekreasi, sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Penanaman padi di kawasan ini telah dimulai sejak 12 Desember 2025 dengan dukungan benih dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim serta pendampingan penyuluh pertanian lapangan. Upaya ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan para petani dalam mendukung program ketahanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kamarudin menegaskan bahwa konsep yang dikembangkan dinilai tepat karena menggabungkan ketahanan pangan dan sektor wisata.
“Konsep di sini sangat baik, bukan saja ketahanan pangan, tetapi juga agrowisata. Tinggal dilakukan pembenahan, termasuk infrastruktur penunjang,” katanya.
Ia juga menginstruksikan agar dukungan infrastruktur, seperti akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya, segera dianggarkan guna menunjang pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata berbasis pertanian.
“Saya sudah minta agar jalan dan fasilitas pendukung lainnya bisa dianggarkan. Jika ada kebutuhan, silakan koordinasi dengan pemerintah daerah, kami siap membantu. Ini harus kolaborasi,” tegasnya.
![]()







