Home / Belitong Humanities

Selasa, 23 April 2024 - 19:46 WIB

Polemik Lahan Eks PT. KIA di Desa Dukong, Pemdes Mediasi Warga dan Perusahaan, Ini Hasilnya

Suasana mediasi antara pihak Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Dukong dengan pihak PT. Jhome Prima Realty soal lahan eks PT. KIA di Desa Dukong, Selasa 23 April 2024 bertempat di ruang rapat kantor Desa Dukong.

Suasana mediasi antara pihak Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Dukong dengan pihak PT. Jhome Prima Realty soal lahan eks PT. KIA di Desa Dukong, Selasa 23 April 2024 bertempat di ruang rapat kantor Desa Dukong.

Wandi menjelaskan, dalam mediasi yang berjalan alot tadi, terkuak bahwasanya seseorang yang bernama Andry tidak pernah memiliki tanah di atas hamparan lahan eks PT. KIA seluas 1,3 hektare.

Meskipun, SKT atas nama Andry tersebut telah diterbitkan oleh Pemdes Dukong dengan Nomor:956/SKT/DK/VI/2018.

“Ternyata lahan seluas 1,3 hektare tersebut bukan lahan dia pribadi terus di dalam transaksi dan lain sebagainya itu dipaksakan, bahkan tanda tangan seorang istri yang sedang berada di Jakarta ditandatangani oleh saudara Andry sendiri, tadi disaksikan didengar oleh masyarakat dan aparatur serta ada humas di situ,” paparnya.

Baca Juga  Pelindo Group Tanjungpandan Gelar Coffee Morning & Safety Forum

Wandi menyampaikan, masyarakat berharap dengan ketidakbenaran dan memberikan keterangan palsu oleh seseorang sehingga terbitlah SKT dari Pemdes Dukong tersebut maka ini menimbulkan tanda tanya besar.

“Ada apa sih ini sebenarnya menerbitkan barang itu (SKT, red) sudah jelas barang ini (SKT, red) dari pernyataannya sudah tidak benar, sehingga ada pertimbangan dari kami mengajukan agar SKT yang diterbitkan itu agar segera dicabut. Kami tidak mempunyai hak paksa dalam hal ini, hanya berupaya memohon biar ada klarifikasi soal itu,” ujarnya.

Wandi juga menyinggung soal nominal serah terima lahan tersebut yang mencapai sekitar kurang lebih Rp3 miliar sekian. Seakan-akan pemilik SKT atas nama Andry menerima pembayaran tersebut padahal sebenarnya yang bersangkutan tidak menerima apapun.

Baca Juga  Cari Pengganti Presiden Jokowi, Projo Ajukan Nama Ini untuk Maju

“Artinya ada apa di sini ? Sehingga kami berharap dengan Pemdes Dukong agar bersikap adil dalam hal ini dan segera menyelesaikan hal ini khususnya lahan 1,3 hektare dipertimbangkan pihak pemdes untuk dapat mencabut SKT itu demi kepentingan masyarakat banyak khususnya lahan perkuburan. Perlu ditegaskan apabila ini diteruskan anak cucu kita nanti matinya akan dihanyutkan di Sungai Pilang, karena lahan perkuburan sudah tidak ada lagi” tegasnya.

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

DLH Belitung Sesuaikan Jam Kerja Petugas Kebersihan Saat Ramadhan
Jalan Endek

Belitong Humanities

Parah! Ternyata Jalan Endek Belum Aksesibel Bagi Penyandang Disabilitas, Ini Hasil Riset IKPDB
Sahur Bersama

Belitong Humanities

Tingkatkan Keimanan, Ponpes Fajrul Islam Gelar Sahur Bersama
Safari Ramadan Baznas Belitung

Belitong Humanities

Ikut Berpartisipasi dalam Kegiatan Safari Ramadan 1444 Hijriah, Baznas Belitung Salurkan Zakat Rp46,6 Juta

Belitong Humanities

‎Bupati Belitung Lantik Pejabat Baru, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi ‘Pemain Anggaran’
Mapolres Belitung

Belitong Humanities

Diiringi Lagu “Darah Juang”, Ratusan Massa “Air Gede Never Die” Tiba di Mapolres Belitung

Belitong Humanities

Kadis Sejarah TNI AD Berkunjung ke Belitung, Kumpulkan Data Pengusulan Pahlawan Nasional Hananjoeddin

Belitong Humanities

Ini Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di pelabuhan Tanjungpandan