BelitongToday, Jakarta – Pendaftaran program pelatihan pengembangan kompetensi kerja dari pemerintah, Prakerja 2023, telah resmi dibuka melalui akun Instagram resmi Kartu Prakerja pada Jumat (3/2), sekitar pukul 19.30 WIB.
Desain Prakerja 2023 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Prakerja 2023 tidak lagi merupakan program bantuan sosial separuh.
Hal ini mempengaruhi siapa saja yang dapat mendaftar untuk program tersebut.
Karena tidak lagi menjadi program bantuan sosial separuh, Prakerja 2023 masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan lainnya, dapat mengikutinya.
Skema baru ini membuat model pelatihan Prakerja 2023 lebih bervariasi, terdapat pilihan melakukan pelatihan secara daring, luring, atau gabungan keduanya.
Selain itu, total jam pelatihan minimal dalam Prakerja 2023 meningkat menjadi 15 jam sedangkan pada tahun sebelumnya hanya enam jam.
Bukan hanya total jam pelatihan yang berbeda, bantuan biaya pelatihan dan insentif dalam Prakerja 2023 juga berbeda dari sebelumnya.
Bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 3,5 juta, biaya pengganti transportasi dan internet atau insentif pelatihan sebesar Rp 600.000 (sekali), dan insentif pengisian survei sebesar Rp 50.000 (dua kali sehingga menjadi Rp 100.000).
Dengan demikian, total insentif Prakerja 2023 adalah sebesar Rp 4,2 juta dan biaya pelatihan yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Tahun lalu, bantuan biaya pelatihan hanya Rp 1 juta dengan total insentif setelah pelatihan sebesar Rp 2,4 juta dan insentif pengisian survei sebesar Rp 150.000.
Dengan adanya pengumuman ini, maka masyarakat sudah dapat melakukan pendaftaran Prakerja 2023 untuk mengikuti gelombang pelatihan ke-48. (Reza)







