Home / Belitong Humanities

Jumat, 21 April 2023 - 15:15 WIB

Salat Idul Fitri Muhammadiyah 1444 H, Umat Muslim Seperti Terlahir Kembali

Warga Muhammadiyah di Tanjungpandan, Belitung menggelar Shalat Idul Fitri 1444 Hijiriah bertempat di Halaman Perguruan Muhammadiyah Desa Air Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (21/4) pagi.

Warga Muhammadiyah di Tanjungpandan, Belitung menggelar Shalat Idul Fitri 1444 Hijiriah bertempat di Halaman Perguruan Muhammadiyah Desa Air Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (21/4) pagi.

BelitongToday, Tanjungpandan – Warga Muhammadiyah di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar Salat Idul Fitri 1444 Hijriah pada Jumat (21/4) di Halaman Perguruan Muhammadiyah Desa Air Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib Salat Idul Fitri yaitu Ustad Erwin Fauzi.

Khatib Erwin Fauzi dalam khatbahnya mengatakan umat muslim selesai melaksanakan ibadah puasa Ramadan selama sebulan lamanya seperti bayi yang terlahir kembali.

“Umat muslim yang melaksanakan puasa Ramadan dan merayakan Idul Fitri seperti bayi yg terlahir kembali di dunia,” ujar Erwin.

Baca Juga  Wagub Hellyana Apresiasi Perkembangan Ekraf di Belitung, Ini Saran dan Masukan!

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Belitung tersebut mengatakan, sejarah perayaan Idul Fitri adalah pada tahun kedua Hijriah atau tahun 624 Masehi.

Pada saat itu, Rasulullah dan umat Muslim baru saja memenangkan Perang Badar.

“Sehingga merayakan dua kemenangan yaitu menang perang badar dan menang dari hawa nafsu selama sebulan puasa,” ucap Erwin.

Khatib menambahkan, bahwa pada hari ini umat muslim saling menyampaikan doa dan memaafkan. Mendoakan agar umat muslim setelah selesai Ramadan dapat terus bertaqwa.

Baca Juga  Layanan Paspor After Hour Imigrasi Tanjungpandan Hadir di Belitung Expo 2023, Ayo Jangan Sampai Ketinggalan

“Karena, lebaran menjadi momentum tepat untuk saling meminta maaf dan memaafkan,” ucapnya.

Selain momentum memaafkan dan terlahir kembali, lebaran di Indonesia juga identik dengan mudik. Mudik merupakan momentum untuk kembali ke pangkuan orangtua yang melahirkan dan membesarkan.

“Mudik mengandung arti spiritual yang tidak akan dapat digantikan dengan teknologi apapun. Hakikat mudik lebaran adalah kembali ke pangkuan orangtua,” pungkasnya. (tim)

https://youtu.be/RgO7LWC8vxU

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Beltim Bakal Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Unggul Garuda, Kapan Mulai di Bangun ?

Belitong Humanities

Jelang Sidang Tuntutan Martoni Cs, Masyarakat Air Gede Gelar Doa Bersama
mengibarkan Bendera Merah Putih

Belitong Humanities

Bulan Kemerdekaan, Kesbangpol Belitung Imbau Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih
ZIS Baznas Belitung

Belitong Humanities

Baznas Belitung Serahkan Laporan Kinerja Semester Pertama 2023 ke Bupati, Berhasil Kumpulkan ZIS Sebesar Rp1,17 Miliar
Mapolda Bangka Belitung

Belitong Humanities

BREAKING NEWS! Ratusan Mahasiswa UBB Gelar Aksi di Polda Babel, Tuntut Bebaskan 11 Tersangka Pengrusakan Aset Foresta

Belitong Humanities

Sambut HUT Ke-21 Belitung Timur, Bupati Gelar Munajat Doa Bersama
Dahlan Iskan Senam Belitung

Belitong Humanities

Dahlan Iskan Senam dan Dansa Bersama Masyarakat Belitung

Belitong Humanities

BAZNAS RI dan BAZNAS Belitung Perkuat Koordinasi Guna Kejar Target Pengumpulan ZIS Nasional