Home / Belitong Politics

Senin, 22 Mei 2023 - 19:48 WIB

Selama IPR Belum Terbit, Masyarakat Diminta Tidak Menambang di WPR

Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait tata cara pengajuan Izin Penambangan Rakyat (IPR) di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Kabupaten Belitung Timur.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait tata cara pengajuan Izin Penambangan Rakyat (IPR) di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Kabupaten Belitung Timur.

BelitongToday, Manggar – DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait tata cara pengajuan Izin Penambangan Rakyat (IPR) di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Kabupaten Belitung Timur.

Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja memimpin rapat tersebut, yang juga turut hadir dari OPD terkait dan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) di Ruang Rapat DPRD, Senin (22/5).

Sebelumnya, Wilayah Pertambangan Rakyat atau WPR di Kepulauan Babel sudah terbit dari Kementerian ESDM RI pada 14 Maret 2023 lalu.

Namun setelah WPR itu terbit, permasalahan kembali muncul. Karena, masyarakat harus memiliki Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar bisa menambang di lokasi tersebut.

Hal tersebut membuat APRI mengajukan RDP kepada DPRD pada awal bulan Mei 2023 yang lalu. Supaya penambang mendapatkan petunjuk untuk menambang legal sesuai aturan.

Baca Juga  Yoga Reses, Serap 3 Aspirasi dari Masyarakat

Kepala Kantor Cabang ESDM Babel di Belitung Timur, Martoni mengatakan pengajuan penerbitan IPR memiliki berbagai persyaratan.

Seperti, yang mengajukan adalah orang atau perorangan warga desa setempat. Kedua, ada surat rekomendasi dari pemerintah desa terkait pengajuan IPR.

“Ketiga, harus ada jaminan reklamasi terhadap WPR yang akan menjadi lokasi tambang. Dan terakhir, harus memenuhi UKL dan UPL atau memperhatikan dampak lingkungan sebelum menerbitkan IPR,” kata Martoni saat RDP.

Sementara menunggu proses IPR yang panjang tersebut, Martoni meminta masyarakat Beltim untuk menahan diri. Jangan dulu menambang di lokasi WPR yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Pemdes Setuju, Tapi Harus Perhatikan Lingkungan

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja mengatakan bahwa pihak pemerintah desa menyatakan setuju agar IPR segera terbit. Dengan catatan, harus memperhatikan lingkungan sekitar.

Baca Juga  Gede Pasek Suardika Serahkan Jabatan Ketum PKN ke Anas Urbaningrum

“Yang jadi kunci menentukan wilayah-wilayah untuk IPR ada di desa. Karena hanya desa yang tahu apakah titiknya ini bisa ditambang atau tidak,” kata Ketua DPRD Beltim.

Hal tersebut lantaran, ada beberapa lokasi WPR yang memang tidak berkenan untuk menjadi lokasi tambang. Seperti, berada di atas hutan lindung dan ada juga di lahan kuburan.

Oleh karena itu, ia meminta pemda melakukan sosialisasi tata cara mengajukan IPR yang benar sesuai aturan yang berlaku saat ini.

“Intinya kita ingin masyarakatkit menambang secara legal di sini. Agar legal, WPR itu harus meningkat menjadi IPR, dan kami minta pemerintah daerah melakukan sosialisasi terkait tata cara IPR,” pungkasnya. (Mario)

Share :

Baca Juga

Belitong Politics

Ketua DPRD Belitung Sebut Jika Tambang Rakyat Dilegalkan Presiden, Angin Segar Bagi Masyarakat Penambang

Belitong Politics

Fraksi Nasdem Belitung Siap Perjuangkan Kenaikan Honor Ketua RT dan RW

Belitong Politics

Ketua DPRD Belitung Sayangkan Banyak Kepala OPD Tidak Menghadiri Paripurna
Bupati Belitung Timur Burhanudin

Belitong Politics

Bupati Beltim Sampaikan Jawaban Permasalahan yang Dilayangkan DPRD Selama 2022
Kursi

Belitong Politics

PDI Perjuangan Belitung Optimis Bisa Raih 10 Kursi di Pileg 2024
Kabupaten Belitung Timur

Belitong Politics

Sedih! Belitung Timur Jadi Kabupaten Termiskin di Babel, Fezzi: Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-baik saja
Raperda

Belitong Politics

Pemkab Belitung Sampaikan Raperda Pengolahan dan Pengembangan Air Limbah Domestik
Bawaslu Belitung Timur

Belitong Politics

Bawaslu Beltim Kawal Netralitas ASN dan Lingkungan Pendidikan