Home / Belitong History

Senin, 9 Januari 2023 - 16:18 WIB

Sinar X: Definisi, Sejarah Penemuan, Manfaat, dan Bahaya Bagi Manusia

Sumber foto: Brightside/Ilustrasi hasil pindai Sinar X

Sumber foto: Brightside/Ilustrasi hasil pindai Sinar X

BelitongToday, Jakarta – Sinar X adalah sinar elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang yang sangat pendek dan frekuensi yang sangat tinggi. Sinar X dapat menembus beberapa material yang tidak dapat ditembus oleh sinar-sinar lain, seperti logam dan batu. Karena sifatnya yang dapat menembus benda-benda padat, sinar X sering digunakan dalam pemeriksaan medis, seperti rontgen. Saat sinar X menembus tubuh, sinar X akan terabsorbsi oleh tubuh dan bagian-bagian tertentu akan menyerap lebih banyak sinar X daripada bagian lainnya. Dengan mengukur tingkat penyerapan sinar X oleh tubuh, dokter dapat mengetahui apakah ada bagian tubuh yang mengalami masalah atau tidak.

Sejarah Penemuan

Pada abad ke-19, studi tentang sinar katoda merupakan salah satu studi yang menarik perhatian para fisikawan. Di antara mereka adalah Wilhelm C. Roentgen, yang memusatkan perhatian pada subjek penelitian dan melanjutkan pekerjaan para pendahulu seperti Faraday, Hittorf, Crookes, Hertz, dan Lenard.

Baca Juga  Sah! Bawaslu Belitung Lantik 49 PKD Pilkada 2024, Aris: Tidak Ada Lagi Kata Santai

Pada bulan November 1895, Roentgen melakukan studi panjang tentang sinar katoda dan menghasilkan sinar yang menggairahkan atom-atom kaca untuk memancarkan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang sangat pendek.

Karena masih sangat misterius saat ditemukan, sinar ini disebut sinar-X. Setelah itu, untuk menghargai kontribusinya dalam proses penemuan, orang sering menyebut sinar X. Kemudian pada November 1896, ia mempresentasikan makalahnya tentang penemuan sinar X pada pertemuan asosiasi fisika medis di Universitas Wurzburg.

Baca Juga  Ilmuwan Ungkap Strategi Bertahan Hidup Manusia Purba pada Masa Sulit Zaman Es

Manfaat dan Bahaya Sinar-X

Berikut manfaat sinar X bagi manusia dikutip dari RSJD Dr. Amino Gondohutomo:

  • Berfungsi untuk melindungi bagian dalam tubuh yang terluka atau sakit.
  • Mampu memantau perkembangan penyakit tertentu seperti osteoporosis.
  • Berguna untuk melihat efek pengobatan medis yang telah dilakukan.

Masih mengutip referensi yang sama, berikut bahaya penggunaan sinar X:

  • Paparan radiasi dosis tinggi dapat menyebabkan penyakit radiasi seperti pingsan, kebingungan, mual, muntah.)
  • Efek jangka pendek seperti perubahan warna kulit, diare dan jumlah sel darah rendah.
  • Efek jangka panjang seperti kesulitan menelan. (Mg2)
https://youtu.be/UXOShDVp1vc

Share :

Baca Juga

Lailatul Qadar

Belitong History

Tentang Malam Lailatul Qadar: Peringatan Penting bagi Umat Muslim di Seluruh Dunia
Alat Musik Klasik

Belitong History

Sejarah Piano: Dua Hasrat Terinspirasi Ciptakan Alat Musik Klasik dengan Suara Khas
Sungai Nil

Belitong History

Misteri Terus Menghampiri, Asal Usul Sumber Sungai Nil Masih Belum Diketahui

Belitong History

Keunikan Pulau Paskah dan Patung Batu Besar Moai di Samudera Pasifik
Sejarah Lantai Kayu

Belitong History

Sejarah Lantai Kayu Inovasi dari Kreativitas Manusia

Belitong History

Sejarah Pulau Belitung
Puasa Ramadan

Belitong History

Ini Sejarah Mengapa Umat Muslim Wajib Berpuasa Selama Sebulan Penuh pada Ramadan?
Manusia Warna

Belitong History

Mendalami Fenomena Sinestesia: Bisakah Manusia Menangkap Rasa dari Warna?