Home / Belitong Politics

Minggu, 18 Mei 2025 - 18:41 WIB

Syarifah Ameliah Bicara Soal Tata Kelola dan Tata Niaga Timah

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syarifah Ameliah.

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syarifah Ameliah.

BelitongToday, Tanjungpandan – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus anggota Panitia Khusus Tata Kelola dan Tata Niaga Timah DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syarifah Ameliah angkat bicara soal tata kelola dan tata niaga timah di Negeri Serumpun Sebalai.

Hal ini disampaikan Amel sapaan akrabnya dalam kegiatan reses di Sekretariat Komunitas Diskusi 17 Belitung, jalan Air Serkuk, Desa Air Saga, Tanjungpandan, Sabtu 17 Mei 2025 kemarin.

Menurut Amel, memang mau tidak mau perekonomian Bangka Belitung sepenuhnya masih bergantung dengan timah.

Amel bilang persoalan timah di Bangka Belitung ini sudah viral dengan adanya kasus korupsi tata niaga timah sebesar Rp271 triliun lalu termasuk di dalamnya menyangkut soal kerugian lingkungan (ekologis).

Baca Juga  Kabar Baik, Ekspor Kerapu Hidup Belitung Menuju Hongkong Alami Kenaikan

“Hal ini disebabkan oleh miss tata kelola atau tata kelola yang tidak berkelanjutan sehingga banyak kerusakan lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tandasnya.

Berangkat dari persoalan ini, Amel melanjutkan, Pansus Tata Kelola dan Tata Niaga Timah DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki inisiatif sekaligus mendapatkan masukan atau aspirasi untuk membentuk satgas penegakan hukum terhadap tindak pidana kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Menurutnya, kerusakan lingkungan di Negeri Serumpun Sebalai salah satu kontributor nyatanya adalah dari aktivitas tambang bijih timah.

“Masa masyarakat Bangka Belitung sudah dapat kerusakan lingkungan terus kita yang masih menanggungnya, sedangkan kita tidak optimal dapat keuntungan dari penambangan timah, kalau lingkungan kita rusak, yang akan menanggungnya siapa,” beber Amel.

Baca Juga  PDI Perjuangan Belitung Optimis Bisa Raih 10 Kursi di Pileg 2024

Ia melanjutkan, di sisi lain, kerusakan lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga disebabkan oleh sektor lain misalnya pengelolaan hutan yang tidak bertanggungjawab seperti adanya industri perkebunan kelapa sawit yang diluar HGU atau terkait kerusakan lingkungan hutan (deforestasi) dan juga keberadaan tambak udang karena ada pencemaran lingkungan yang ditimbulkan.

Meskipun demikian, Amel menanggapi bahwa timah saat ini masih menjadi harapan sekaligus penggerak roda perekonomian masyarakat Belitung.

“Kita juga tidak bisa terus menerus tidak mempertahankan kerusakan lingkungan kita, karena kita bicara keberlanjutan, untuk saat ini mau tidak mau kita harus mempertahankan timah namun ke depannya kita harus mulai melihat potensi di luar timah,” beber Syarifah Ameliah.

Share :

Baca Juga

Belitong Politics

Golkar Belitung Gelar Bazar Murah, 4.000 Liter Minyak Goreng Tersalurkan ke Masyarakat

2024 Election

KPU RI Umumkan Calon Anggota KPU Kabupaten dan Kota Terpilih, Ini Nama-nama Komisioner KPU Belitung yang Baru

Belitong Politics

Boncengan Naik Motor dan Dikawal Ratusan Pendukung, Pasangan Djoni Alamsyah dan Syamsir Tiba di KPU Belitung

Belitong Politics

Kunker ke Belitung, Edi Nasapta Bahas Solusi Kemerosotan Ekonomi Bangka Belitung

Belitong Politics

Usung Tagline ‘Buat Belitung Menyala Kembali’ Pasangan Isyak – Masdar Resmi Mendaftar ke KPU Belitung
RSUD Muhammad Zein

Belitong Politics

Anggota DPRD Beltim Ini Berang dengan Bobroknya Pelayanan RSUD Muhammad Zein Belitung Timur, Mulai dari Menolak Pasien hingga Perawat Cuek

Belitong Politics

DPRD Belitung Anggarkan Bonus Rp5 Miliar Bagi Atlet Berprestasi Porprov 2023

Belitong Politics

Hellyana Blusukan ke Pasar Tanjungpandan, Tampung dan Serap Aspirasi Pedagang