Home / Belitong Humanities

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:04 WIB

‎Tak Gentar Asap dan Api, Cerita Kang Rukma di Garis Depan Padamkan Karhutla Keciput

Foto dokumentasi, Rukma salah satu relawan dari masyarakat lokal yang ikut turun langsung dalam memadamkan karhutla di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung sebagai sebuah panggilan hati dan tanggungjawab moral kelestarian lingkungan hidup (BelitongToday/IST)

Foto dokumentasi, Rukma salah satu relawan dari masyarakat lokal yang ikut turun langsung dalam memadamkan karhutla di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung sebagai sebuah panggilan hati dan tanggungjawab moral kelestarian lingkungan hidup (BelitongToday/IST)

‎BelitongToday, Sijuk – Di tengah terik matahari yang menyengat dan kabut asap yang menyesakkan dada, sosok Rukma berdiri kukuh dengan selang pemadam di tangannya.

‎Warga Desa Batu Itam ini memilih untuk tidak berpangku tangan saat melihat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melahap wilayah Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Senin 24 Agustus 2025.

‎Hatinya terketuk. Bagi Rukma, kondisi kemarau panjang yang memicu karhutla bukan sekadar bencana biasa, melainkan ancaman serius yang membutuhkan aksi nyata.

Baca Juga  Manfaat dan Risiko Konsumsi Teh Detoks untuk Kesehatan Anda

Dorongan kepedulian terhadap lingkungan itulah yang menggerakkan langkahnya untuk terjun langsung menjadi relawan.

‎”Ini sudah jadi tanggung jawab moral saya. Asap, abu, dan panasnya matahari bukan penghalang kalau melihat lingkungan kita terancam,” ungkap Rukma di sela-sela perjuangannya menembus titik api.

‎Sejak Jumat 22 Agustus 2026 lalu, kobaran api di wilayah Keciput memang tak kunjung padam penuh dan membutuhkan penanganan ekstra.

Rukma bahu-membahu menembus medan sulit bersama tim gabungan yang terdiri dari Tim Damkar BPBD Kabupaten Belitung, Tim Batalyon TP 845/Ksatria Satam, Kodim 0414/Belitung, dan personel dari KEK Tanjung Kelayang.

Baca Juga  Yuk Saksikan Kirab Tank Amfibi Marinir TNI AL di Kota Tanjungpandan Besok

‎Sebanyak 30 personel gabungan dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan Si Jago Merah.

‎Sinergi antara aparat, pengelola kawasan, dan warga lokal seperti Rukma menjadi titik terang di tengah kepulan asap yang melingkupi Sijuk.

‎Semangat dan ketangguhan Rukma membuktikan bahwa penyelamatan lingkungan bukan hanya tugas aparat, melainkan panggilan jiwa bagi siapa saja yang peduli pada bumi Belitung. (Nazriel Semesta)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Masa Kepengurusan Berakhir, DMI Belitung Gelar Musyawarah Daerah

Belitong Humanities

Evakuasi Pohon Tumbang, BPBD Belitung Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Belitong Humanities

‎Imigrasi Tanjungpandan deportasi enam WNA asal China ‎
Baznas Belitung

Belitong Humanities

Undang Awak Media, Baznas Belitung Paparkan Capaian Kinerja 2022

Belitong Humanities

‎Tegas! LAM Belitung Dukung Pemerintah Babat Habis Korupsi Tanpa Pandang Bulu

Belitong Humanities

Tasyakuran Milad Baznas ke-24 di Belitung Berlangsung Meriah, Serukan Semangat Berzakat

Belitong Humanities

Kepala BNNK Belitung: “Jangan Pernah Coba Narkoba!”

Belitong Humanities

Ustaz Abdul Somad Bakal Ceramah di Belitung, Ini Jadwal dan Lokasinya