BelitongToday, Tanjungpandan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung mencatat kota Tanjungpandan pada periode April 2025 mengalami inflasi bulan ke bulan sebesar 0,95 persen dibandingkan Maret 2025.
Plt Kepala BPS Belitung, Muhammad Syafiudin menyebutkan apabila dibandingkan April 2024 Tanjungpandan mengalami inflasi tahun ke tahun sebesar 0,23 persen.
Adapun ndil inflasi bulan ke bulan terbesar adalah disumbangkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yaitu sebesar 0,84 persen.
“Komoditas penyumbang inflasi bulan ke bulan terbesar secara umum adalah ikan bulat 0,17 persen, sawi hijau 0,12 persen, dan ikan kerisi 0,11 persen,” pungkasnya.
Disampaikan, sepanjang April 2025 telah terjadi sejumlah catatan peristiwa yang mempengaruhi kondisi indeks harga konsumen di kota Tanjungpandan diantaranya adalah lonjakan harga ikan yang signifikan pada Idul Fitri 1446 Hijriah.
Penyebab utama kenaikan adalah cuaca buruk dan gelombang tinggi yang mengurangi hasil tangkapan para nelayan.
Ia menambahkan, dengan sedikitnya nelayan yang turun melaut pada periode ini menjadikan pasokan ikan terbatas di sejumlah pasar wilayah Belitung.
Selanjutnya adalah permintaan sayur dan bahan kebutuhan pokok naik pada Idul Fitri 1446 Hijriah sehingga dengan terbatasnya pasokan di sejumlah pasar membuat harga beberapa komoditas sayuran meningkat harga sawi hijau dan kangkung.
“Sementara itu kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem berapa petani gagal panen akibat banjir melanda sejumlah wilayah akibatnya pasokan terhambat dan harga meningkat,” bebernya. (Nazriel)







