Home / Belitong Politics

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:41 WIB

‎Tata Niaga Timah Kacau, Ekonomi Belitung Sedang Tidak Baik-baik Saja, Ketua DPRD Babel Serap Aspirasi Penambang

Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya saat beraudiensi dengan perwakilan penambang di Belitung, Jumat 17 Juli 2026 (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya saat beraudiensi dengan perwakilan penambang di Belitung, Jumat 17 Juli 2026 (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

‎BelitongToday, Tanjungpandan – Kondisi perekonomian di Pulau Belitung saat ini dilaporkan sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Mandeknya aktivitas pembelian bijih timah akibat karut-marut tata niaga dituding menjadi biang kerok lesunya berbagai sektor usaha masyarakat di Negeri Laskar Pelangi tersebut.

Kondisi riil ini diserap langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, saat menerima audiensi dari sekitar 20 perwakilan penambang timah wilayah Belitung Barat di Tanjungpandan.

‎”Hari ini saya menerima aspirasi dari perwakilan penambang Belitung Barat. Nanti saya juga akan menjadwalkan pertemuan serupa dengan para penambang di Belitung Timur. Mereka menyampaikan satu jeritan yang sama: ekonomi Belitung saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Didit kepada awak media, Jumat 17 Juli 2026.

Baca Juga  Soal Manuver Politik Anies Baswedan, DPC Demokrat Belitung Tidak Ingin Larut dalam Persoalan Tersebut

Gudang Penuh, RKAB Belum Keluar

Menurut Didit, mandeknya perputaran uang dari sektor timah ini dipicu oleh belum terbitnya dokumen Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah. Tanpa dokumen tersebut, tidak ada kepastian hukum yang melandasi transaksi pembelian timah dari masyarakat.

‎Ironisnya, saat keran pembelian resmi tersumbat, tumpukan bijih timah di lapangan justru terus membukit.

‎”Berdasarkan data yang saya terima, saat ini di gudang PT Timah saja sudah ada sekitar 4.000 ton timah milik masyarakat yang bermitra. Sementara informasi yang kami dapat, kuota pembelian dalam proses penerbitan RKAB PT Timah nantinya hanya dibatasi sebesar 3.600 ton. Lalu sisa timah yang melimpah ini mau dikemanakan?” cecar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga  BBKT Ke-62 Belitung Resmi DiBuka, Ini Pesan Sekda Belitung

Ketiadaan pembeli resmi membuat harga timah di tingkat tapak anjlok drastis. Dampak domino dari lesunya sektor pertambangan ini pun kini mulai menjalar ke sektor UMKM, pasar tradisional, hingga daya beli masyarakat umum yang menurun drastis.

Share :

Baca Juga

Pertanggungjawaban APBD

Belitong Politics

DPRD Belitung Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2022

Belitong Politics

Bawaslu Belitung Awasi Tahapan Pilkada 2024
Gus Imin Capres 2024

2024 Election

Komunitas Nelayan dan Pemuda Tanjung Kelayang Deklarasi Gus Imin Capres 2024

Belitong Politics

Sambut Pilkada 2024, Bawaslu Belitung Gelar Rapat Koordinasi Sentra Gakkumdu

Belitong Politics

Azwardy Azhar Dukung BerHASYL di Pilkada Belitung 2024

Belitong Politics

Hadiri Rakerda PDI Perjuangan Babel, Away dan Hellyana Kompak Pakai Outfit Merah

Belitong Politics

Bangun Generasi Muda Sadar Pemilu, Bawaslu Belitung Gelar Sosialisasi
Darmansyah Husein

Belitong Politics

Darmansyah Husein Dipercaya Pimpin Advokasi Hukum Konflik Masyarakat dan Foresta Lestari Dwikarya