Selama ini diakui Arief kendala kengganan pemilih di Kecamatan Damar untuk datang ke TPS lantaran faktor pekerjaan. Di mana myoritas pekerjaan warga Damar merupakan petambang.
“Mereka memang tidak ada jam kerja, namun banyak yang enggan karena berpikiran lebih baik mencari timah. Namun kalau pekerja kantoran atau perusahaan cukup baik karena diberikan dispensasi atau libur saat hari pencoblosan,” jelas Arief.
Untuk itulah dengan maraknya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan baik oleh KPU, Bawaslu maupun Badan Kesbangpol, Mantan Sekretaris Bawaslu Beltim ini optimis akan merubah pola pikir warga Damar untuk ikut menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada Serentak.
“Insyallah sosialisasi seperti ini akan sangat mendukung peningkatan partisipasi pemilih, mengingat bahan informasi dan motivasi dari narasumber akan menambah antusiasme warga untuk memilih pemimpin Kabupaten Beltim dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Arief. (Angga/Rel)







