BelitongToday, Tanjungpandan – Hari pertama implementasi kebijakan baru terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur terpantau memicu peningkatan antrean di sejumlah SPBU, Senin 21 September 2026.
Menanggapi situasi ini, Pertamina Patra Niaga Rayon II Bangka Belitung memastikan proses penyaluran telah berjalan sesuai ketentuan dan langkah antisipasi langsung dikerahkan.
Peningkatan antrean hari ini dipengaruhi oleh faktor adaptasi kebijakan ganjil genap serta potensi panic buying di tengah masyarakat.
Sebagai langkah responsif, suplai BBM jenis Pertalite untuk wilayah Tanjungpandan dan sekitarnya telah ditingkatkan signifikan.
SBM Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq mengatakan untuk wilayah Belitung dan Belitung Timur khusus Pertalite suplai harian ditingkatkan menjadi 324 KL (Kiloliter) dari suplai normal yang berada di kisaran 240 KL.
Berdasarkan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, stok Pertalite saat ini aman hingga 5 hari ke depan, sementara Pertamax mencakup 3 hari ke depan.
”Tidak ada kendala dalam hal pengiriman; kapal pengangkut dipastikan terus datang secara berkala setiap 3 hingga 4 hari sekali,” ujar Rafli Alhaq, Senin 21 September 2026.
Penyaluran tambahan telah digenjot sejak hari Minggu untuk memastikan ketersediaan di SPBU siap sejak pagi hari.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan aksi beli berlebihan (panic buying), serta menggunakan BBM secara bijak sesuai peruntukan kendaraan.
Pihak berwenang juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan praktik jual beli kembali maupun penyalahgunaan di luar ketentuan yang berlaku.
”Pengawasan ini memerlukan peran serta bersama tidak hanya pemerintah daerah, Pertamina, dan kepolisian, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai kebutuhan sebenarnya,” ujarnya. (Nazriel Semesta)
![]()







