BelitongToday, Tanjungpandan – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengikuti program hafalan surat-surat pendek sebagai bagian dari pembinaan rohani yang dilakukan secara terarah dan berkesinambungan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, mengatakan pihaknya berkomitmen terus mengembangkan kegiatan pembinaan keagamaan bagi para WBP agar mereka dapat memperdalam nilai-nilai spiritual.
Menurutnya, Lapas Tanjungpandan meluncurkan Program Tabungan Penjemput Rahmat (Tapera) yang berisi kegiatan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an serta pembiasaan melaksanakan salat wajib dan salat sunnah.
“Program Tapera ini merupakan wujud kepedulian petugas terhadap peningkatan pembinaan rohani warga binaan,” ujarnya di Tanjungpandan, Senin (27/10/2025).
Selain pembinaan spiritual, lanjut Royhan, pihak Lapas juga memberikan dukungan berupa pemberian makanan tambahan yang bersumber dari sumbangan petugas sebagai bentuk motivasi bagi WBP yang mengikuti program hafalan tersebut.
Ia berharap, kegiatan keagamaan ini dapat menjadi sarana untuk menjemput rahmat bagi seluruh warga binaan maupun petugas, sekaligus menciptakan suasana religius di lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan seluruh WBP mendapat kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. Ini merupakan implementasi paradigma baru Pemasyarakatan: pemulihan hubungan antara warga binaan, masyarakat, dan negara,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kasi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Zuherramsyah, menyampaikan bahwa kegiatan Tapera dilaksanakan setiap hari Jumat di Masjid At-Taubah Lapas Tanjungpandan.
“Kegiatan ini diikuti oleh 253 WBP, dan sebagian di antaranya telah berhasil menghafal surat-surat pendek serta mulai melaksanakan salat wajib maupun sunnah secara rutin,” tuturnya. (Nazriel)







