BelitongToday, Tanjungpandan – Perjalanan 9 pendayung Wanadri Ekspedisi Belitung 2024 menyimpan cerita yang menarik dan tak kalah menegangkan.
Setelah menempuh 15 hari perjalanan, akhirnya mereka mendarat di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.
Namun kisah perjalanan untuk bisa mendarat di Kembiri memiliki tantangan tersendiri.
Mereka harus mendapatkan pengawalan dari nelayan sejak masuk mulai dari hilir sungai hingga menuju ke hulu yang membentang meliuk-liuk sepanjang 12 kilometer.
Alasannya adalah demi keamanan dan keselamatan tim DJN Wanadri dari serangan buaya. Maklum, sungai Kembiri disebut-sebut sebagai sarang buaya.
Tokoh adat Desa Kembiri, Kik Sar’ie membenarkan bahwa sungai Kembiri memang merupakan habitatnya buaya.

Kondisi ini tidak terlepas dari sungai Kembiri yang membentang sepanjang 12 kilometer hingga ke laut. Selain itu, Sungai Kembiri merupakan sungai purba dan tua. Namun menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Desa Kembiri.
Namun, lanjut Kik Sar’ie, buaya tersebut hidup berdampingan dengan masyarakat khususnya nelayan setempat. Buaya biasa menampakkan diri kala sore hari atau pada saat nelayan hendak melaut namun keberadaannya tidak menggangu nelayan.
“Tidak pernah mengganggu, asal kita tidak ganggu mereka, kemudian ada pantangannya juga kita harus menghormati alam mereka menghormati kita, itu adab,” jelas Kik Sar’ie saat ditemui awak media BelitongToday di kediamannya, Minggu 1 September 2024.







