BelitongToday, Tanjungpandan – Keberadaan anjing liar di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah cukup meresahkan masyarakat.
Keberadaan anjing liar mudah dijumpai di titik-titik pusat kota seperti Bundaran Satam dan kawasan KV. Senang.
Selain mengganggu keindahan kota Tanjungpandan sebagai kawasan destinasi pariwisata.
Keberadaan anjing liar tersebut juga sudah meresahkan para pengendara dan khawatir menimbulkan kecelakaan lalulintas.
Bahkan ada pengendara yang sempat dikejar oleh anjing liar saat hendak menuju pasar Tanjungpandan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung, Destika Efenly ketika dikonfirmasi oleh awak media menyebutkan bahwa populasi anjing liar ini sudah cukup banyak.
“Kami menilai memang populasi anjing liar sudah over, kalau sudah over jadi bisa dikatakan hama,” jelas Destika Efenly, Rabu 14 Mei 2025.
Menurutnya, permasalahan keberadaan anjing liar ini sudah sempat dibahas dalam rapat dengan Wakil Bupati Belitung, Syamsir dan pihak terkait beberapa waktu lalu.
“Jadi memang harus mengambil langkah untuk mengendalikan populasi anjing liar bukan memberantas atau membasmi,” tegas Destika.
Ia mengatakan pula, tentunya langkah dan upaya ini akan disosialisasikan kepada masyarakat luas termasuk komunitas pecinta hewan setempat.
Pihaknya akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat apa yang dimaksud dengan anjing liar dan bahaya ancaman penyakit rabies dari gigitan anjing liar.
“Saat ini Belitung masih nihil kasus rabies jadi kami harapkan jangan sampai timbul kasus karena gigitan anjing liar,” jelasnya.
Ia menerangkan dari hasil rapat tersebut ada dua lokus pertama yang akan dilakukan upaya pengendalian populasi anjing liar karena keberadaannya sudah cukup meresahkan masyarakat.
Lokasi pertama adalah di kawasan Bundaran Tugu Satam dan lokasi kedua di kawasan Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin Belitung.
“Karena keberadaan anjing liar di dua lokasi itu sudah cukup mengganggu masyarakat bahkan untuk yang di bandara sudah masuk ke runway membahayakan pendaratan pesawat,” paparnya.
Tak lupa, Destika berpesan agar masyarakat yang memiliki hewan anjing peliharaan agar bisa diikat atau dikandang.
“Hal ini demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tandasnya. (Nazriel)







