Home / Belitong Environment

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:47 WIB

KSOP Tanjungpandan Keluarkan Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Candra (kanan).

Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Candra (kanan).

BelitongToday, Tanjungpandan – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan mengeluarkan surat imbauan waspada cuaca ekstrem.

Hal ini dilakukan guna mewujudkan keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah otoritas KSOP Kelas IV Tanjungpandan.

‎”Kami mengimbau nakhoda kapal yang melintas di wilayah perairan Belitung agar mewaspadai kondisi cuaca ekstrem,” kata Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Candra, Jumat 24 Oktober 2025.

Berdasarkan pantauan berita dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui situs BMKG Maritim prakiraan tinggi gelombang pada  23 – 25 Oktober 2025 di wilayah perairan Belitung berkisar antara 0,5 – 1,25 meter.

Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan bagi kapal-kapal yang berlayar di wilayah perairan tersebut.

“Guna mencegah terjadinya kejadian atau kecelakaan kapal kami mengeluarkan imbauan melalui surat edaran waspada bahaya cuaca ekstrem,” terangnya.

Baca Juga  Idul Fitri 1444 Hijiriah, Volume Sampah di Tanjungpandan naik 5-10 persen

KSOP Kelas IV Tanjungpandan juga mengimbau seluruh operator kapal khususnya nahkoda kapal bahwa mengingat kondisi cuaca yang membahayakan keselamatan kapal, maka syahbandar menunda penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal dengan ukuran tertentu, mulai dari tanggal 23 – 25 Oktober 2025 atau sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman.

Imbauan ini terutama kepada kapal yang keluar dari Tanjungpandan yang melintasi perairan Bangka Belitung, perairan Selat Gelasa, perairan utara Pulau Belitung, Selat Karimata, Laut Natuna, Laut Jawa, perairan selatan Pulau Belitung, selat Sunda, selat Malaka bagian utara, perairan Kalimantan, dan Pulau Bintan.

“Seluruh nakhoda dan semua pengguna jasa pelayanan agar selalu dan tetap memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri,” paparnya.

Baca Juga  ‎Soal Investasi Perkebunan Kelapa di Belitung, Gubernur Babel Tidak Main-main, 1.000 Hektare di Selat Nasik Siap Tanam

Selain itu, lanjut dia, seluruh operator kapal, nakhoda wajib melakukan pemantauan Kondisi cuaca setiap enam jam sekali dan melaporkan hasilnya Kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Kantor KSOP terdekat serta dicatatkan Kedalam Log-Book.

‎”Bagi kapal yang Berlayar lebih dari empat jam pelayaran kepada nahkoda diwajibkan melampirkan berita cuaca yang telah di tandatangani sebelum mengajukan SPB kepada Syahbandar,” pungkasnya.

‎Dikatakan, jika kapal dalam pelayaran mendapat cuaca buruk agar segera berlindung di tempat yang aman dengan ketentuan kapal harus tetap siap digerakkan.

‎”Setiap kapal yang berlindung wajib segera melaporkan kepada Syahbandar dan SROP terdekat dengan menginformasikan posisi kapal, kondisi cuaca dan kondisi kapal serta hal-hal penting lainnya,” terangnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

hari lingkungan hidup Belitung

Belitong Environment

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Belitung Bakal Gelar Sejumlah Kegiatan
puting beliung Rumah Warga

Belitong Environment

BREAKING NEWS! Puting Beliung Terjang Rumah Warga di Air Kelubi, Warga Dengar Suara Gemuruh
Delegasi ASEAN HLTF-EI 2023

Belitong Environment

Delegasi ASEAN HLTF-EI 2023 Tanam Terumbu Karang di Pulau Burung, Terkesan dengan Keindahan Belitung

Belitong Environment

Gerakan Menanam Sejuta Pohon di Bumi Perkemahan Juru Seberang
Geopark Belitong

Belitong Environment

Jelang Revalidasi Geopark Belitong oleh UNESCO, Sanem Optimis dapat Mempertahankan Status UGG
Lebah Teran Belitung

Belitong Environment

Lebah Teran Belitung Kaya Khasiat, UKICIS Tertarik Gelar Pelatihan

Belitong Environment

Warga Sempat Keluhkan Bau Busuk, Hasil Uji Kualitas Udara di Badau Masih Aman
PT Timah

Belitong Environment

Suara Masyarakat Damar, Minta PT Timah Tidak Menambang di Bibir Pantai