BelitongToday, Tanjungpandan – Tepuk tangan riuh ribuan warga membubung tinggi di udara Stadion Pangkallalang, Tanjungpandan, Senin (17/8/2026).
Di tengah lapangan, empat sosok muda berdiri tegap dengan senyum lega. Tugas suci mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Belitung baru saja selesai dilaksanakan tanpa cela.
Bagi Jeevika Elvaretta, melangkah anggun menaiki tangga mimbar dengan baki di jemarinya bukanlah perkara biasa.
Di sisinya, Brian Justin Daputra, Naafil Ilham, dan Muhammad Ridho Afandy memegang erat tali tiang bendera.
Di balik derap langkah yang presisi dan tatapan mata yang tajam, ada debar dada yang bergemuruh kencang.
”Saya memang yakin ada rasa ketakutan, ada rasa nervous, tapi kami yakin mereka mampu menjalankan amanah ini,” tutur Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, usai bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Bupati tak menampik bahwa menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) membawa beban mental yang sangat berat.
Rasa cemas dan gugup adalah musuh tak kasat mata yang membayangi sepanjang latihan intensif di pusat pemusatan pendidikan dan pelatihan.
Namun pagi ini, kedisiplinan dan keteguhan mental memenangkan pertempuran. Sang Merah Putih pun melambung tinggi, gagah menantang angin pesisir Belitung.
Rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya dipancarkan sang kepala daerah.
Keberhasilan pengibaran bendera ini menjadi bukti nyata bahwa putra-putri terbaik daerah tersebut tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga secara karakter dan dedikasi.
”Mereka adalah generasi-generasi muda yang akan menggantikan kami-kami nanti ini,” tegas Djoni penuh keyakinan.
Hari itu di Stadion Pangkallalang, Jeevika, Brian, Naafil, dan Ridho telah membuktikan kualitas mereka.
Lebih dari sekadar pemegang tali dan baki, mereka berdiri sebagai simbol penyerahan estafet kepemimpinan muda, tangguh, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan. (Nazriel Semesta)
![]()







