Home / Belitong Environment

Kamis, 27 April 2023 - 17:37 WIB

Sebabkan Sumber Air Baku Masyarakat Tercemar, Kades Air Raya Sesalkan Aktivitas Tambang di Jalan Murai Dalam

Kondisi sumber air baku masyarakat di jalan Murai Dalam, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan keruh tercemar limbah tambang biji timah ilegal. Masyarakat meminta agar pihak Satuan Polisi Pamong Praja Belitung turun dan menghentikan aktivitas tambang tersebut, Kamis (27/4) pagi.

Kondisi sumber air baku masyarakat di jalan Murai Dalam, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan keruh tercemar limbah tambang biji timah ilegal. Masyarakat meminta agar pihak Satuan Polisi Pamong Praja Belitung turun dan menghentikan aktivitas tambang tersebut, Kamis (27/4) pagi.

BelitongToday, Tanjungpandan – Kepala Desa Air Raya, Rustam Ludin menyesalkan aktivitas tambang biji timah ilegal di aliran sumber air baku masyarakat. Aktivitas tersebut terjadi di Jalan Murai Dalam, Desa Air Raya, tepat di depan kantor Satker PJN II Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pasalnya aktivitas tambang biji timah ilegal tersebut menyebabkan sumber air baku masyarakat menjadi tercemar dan tidak dapat lagi masyarakat gunakan.

Aliran air tersebut sebelumnya banyak masyarakat manfaatkan untuk mandi, minum, dan mencuci, terutama di kala musim kemarau.

Tidak sedikit pula masyarakat memanfaatkan aliran air tersebut untuk memancing ikan. Namun, kini akibat kegiatan tembang tersebut, kondisi air keruh dan berlumpur.

Kepala Desa Air Raya, Rustam Ludin kepada awak media menyebutkan, lokasi tersebut sudah sering digarap oleh para penambang biji timah ilegal.

Baca Juga  Kantor Bupati Belitung Bersolek, Syamsir: Biar Auranya Keluar

“Jadi memang terkadang mereka menambang kemudian pergi lagi ketika air sudah keruh atau ada razia. Setelah itu mereka menambang lagi,” paparnya.

Pihaknya belum mengetahui secara persis lokasi tambang tersebut. Sebab daerah tersebut merupakan kawasan perbatasan antara Desa Air Raya dan Dusun Air Rembikang, Desa Air Seruk.

“Lokasinya memang di dalam bukan di aliran itu. Itu di sana ada sungai, jadi mengalir dan mencemari air itu. Itu juga daerah perbatasan Desa Air Raya dan Desa Air Seruk,” bebernya.

Pihaknya meminta agar para penambang dapat menghentikan aktivitas penambangan biji timah ilegal tersebut karena limbahnya mencemari sumber air baku masyarakat.

“Kami mengimbau agar dapat segera menghentikan aktivitas penambangan,” harap Rustam.

Baca Juga  Tim Gulat Belitung Sumbang 8 Medali Emas di Ajang Porprov Babel 2023

Masyarakat Tidak Bisa Gunakan lagi Airnya

Salah seorang warga jalan Murai Dalam, Desa Air Raya, yang enggan disebutkan namanya, Kamis (27/4) mengatakan sumber air baku tersebut kini kondisinya tercemar sangat parah.

Pantauan BelitongToday di lapangan, Kamis (27/4) pagi kondisi sumber air baku masyarakat tersebut keruh dan berlumpur.

“Kondisi air sangat keruh karena tercemar limbah tambang, lokasi tambangnya ada di sana (hulu sungai, red),” ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan, biasanya sumber air baku tersebut masyarakat gunakan untuk mencuci, mandi, dan minum, namun kini tidak bisa lagi ia gunakan.

“Kami sangat sesalkan sekali kondisi air keruh dan tidak bisa kami gunakan lagi, ini sangat kurang ajar dan termasuk kejahatan lingkungan,” tandasnya. (Tim)

Share :

Baca Juga

Jalan Santai

Belitong Environment

DLH Belitung Gelar Jalan Santai dan Aksi Bersih-bersih, Usung Tema “Solusi untuk Polusi Plastik”
Kasus Kebakaran Belitung

Belitong Environment

Hingga Awal September Kasus Kebakaran di Belitung Capai 128 Kasus, 111 Kasus Merupakan Karhutla
bibir pantai Belitung Timur

Belitong Environment

Meski Ditentang Nelayan, Aktivitas Penambangan Timah di Bibir Pantai Belitung Timur Terus Terjadi

Belitong Environment

Wabup: WOA 2022 Promosikan Potensi Maritim dan Bahari Belitung

Belitong Environment

Peringati Hari Bumi 2025, Kemenag Belitung Tanam Ratusan Pohon Matoa

Belitong Environment

Pemkab Belitung Terus Upayakan Pengelolaan Fungsi Kawasan Hutan di Belitung

Belitong Economic and Business

Kunjungi Suak Parak Mangrove Park, Sandiaga Uno Sebut Suguhkan Nuansa Berbeda

Belitong Environment

Ekspedisi DJN 2024 Selesaikan Pengarungan dengan Penanaman 10.000 Bibit Mangrove di Belitung