Home / Belitong Humanities

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:32 WIB

‎Atasi Krisis Air Bersih, Perumdam Belitung Manfaatkan Kolong RSUD Jadi Sumber Alternatif

Direktur Perumdam Tirta Batu Mentas Belitung, Munandar Motong turun langsung mengecek kesiapan pemanfaatan sumber air baku kolong di belakang RSUD Belitung untuk kebutuhan air bersih kepada masyarakat dampak cuaca ekstrem El Nino, Kamis 8 Oktober 2026 (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

Direktur Perumdam Tirta Batu Mentas Belitung, Munandar Motong turun langsung mengecek kesiapan pemanfaatan sumber air baku kolong di belakang RSUD Belitung untuk kebutuhan air bersih kepada masyarakat dampak cuaca ekstrem El Nino, Kamis 8 Oktober 2026 (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

BelitongToday, Tanjungpandan – Menghadapi krisis air bersih akibat kemarau panjang, Perumdam Tirta Batu Mentas Kabupaten Belitung mengambil langkah darurat dengan menyulap kolong di belakang RSUD dr. Marsidi Judono menjadi sumber air baku alternatif untuk memenuhi kebutuhan MCK warga.

‎Direktur Perumdam Tirta Batu Mentas, Munandar Motong bilang langkah taktis ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Belitung selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) demi memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap terjaga di tengah darurat kekeringan.

“Dalam keadaan darurat seperti ini, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) selaku pihak yang berwenang atas kolong tersebut untuk dimanfaatkan sementara sebagai suplai air bersih MCK bagi masyarakat terdampak,” ujar Munandar, Kamis 8 Oktober 2026.

Baca Juga  FIFA Mengumumkan Pembatalan Resmi Piala Dunia U-20 di Indonesia

Untuk memastikan kualitas air sesuai standar penggunaan, Perumdam menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Belitung yang berpengalaman dalam pengelolaan air atau water treatment. Perumdam menyiapkan seluruh bahan yang dibutuhkan untuk proses pengolahan, dengan catatan air tersebut diperuntukkan khusus bagi keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK), bukan untuk dikonsumsi.

‎Kebijakan darurat ini terpaksa diambil menyusul penghentian sementara pengambilan air baku di Instalasi Pengolahan Air (WTP) milik Perumdam Tirta Batu Mentas.

‎Penyetopan tersebut dilakukan karena volume air baku di WTP telah menipis drastis, sehingga manajemen harus memprioritaskan keamanan suplai bagi pelanggan setia yang menjadi fondasi utama kelangsungan perusahaan.

‎Meskipun beroperasi secara mandiri tanpa suntikan dana dari pemerintah daerah, Munandar menegaskan bahwa mengaktifkan kembali sejumlah titik kolong yang sebelumnya nonaktif adalah bentuk tanggung jawab moral dan risiko manajerial demi membantu pemda melayani masyarakat.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi kepada Masyarakat, Forum GenRe Belitung Timur Bagi Takjil

‎Ia juga menepis kekhawatiran warga terkait lokasi sumber air yang berada di dekat fasilitas kesehatan. Munandar menjamin bahwa kolong tersebut steril dari limbah rumah sakit.

‎”Masyarakat tidak perlu takut karena kolong ini steril dan tidak tercemar limbah rumah sakit, sebab kolong ini bukan aliran sungai melainkan kolong tadah hujan,” tegasnya.

‎Berdasarkan perhitungan volume, Perumdam optimis ketersediaan air baku di kolong belakang RSUD ini mampu mencukupi kebutuhan darurat masyarakat hingga dua bulan ke depan. (Nazriel Semesta)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Pemkab Beltim Luncurkan Bus Sekolah Gratis

Belitong Humanities

Touring ke Manggar, Bupati Belitung Djoni Alamsyah: Jalannya Mulus

Belitong Humanities

KNPI Belitung Nilai Relevansi Sumpah Pemuda Harus Terjaga

Belitong Humanities

SMP Negeri di Kecamatan Manggar Gabung Selenggarakan Pensi
tahun baru

Belitong Humanities

Tata Rias Tahun Baru Imlek Menurut Shio Agar Cuan di Tahun Kelinci
Dahlan Iskan Senam Belitung

Belitong Humanities

Dahlan Iskan Senam dan Dansa Bersama Masyarakat Belitung

Belitong Humanities

BEM Poltek Belitung Gelar Seminar Hari Kebangkitan Nasional, Ini Temanya!
Tahun Baru Islam

Belitong Humanities

Daiyah Nasional Kak Rima Isi Peringatan 1 Muharam di Masjid Asy-Syura Pangkallalang, Ajak Perbaiki Kualitas Diri di Tahun yang Baru