Home / Belitong Economic and Business

Jumat, 3 Maret 2023 - 13:24 WIB

Bappenas: ASEAN Harus Menjadi Jangkar Stabilitas Ekonomi Dunia

Pertemuan ASEAN HLTF-EI 2023 di Hotel Sheraton, Sijuk , Belitung, Rabu (1/3) lalu.

Pertemuan ASEAN HLTF-EI 2023 di Hotel Sheraton, Sijuk , Belitung, Rabu (1/3) lalu.

BelitongToday, Tanjungpandan – Deputi Kerjasama Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan negara yang tergabung dalam ASEAN harus menjadi jangkar stabilitas ekonomi dunia.

“Kami mendorong ASEAN menjadi wilayah yang damai dan stabil untuk menjadi jangkar stabilitas ekonomi dunia,” katanya.

Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan pertemuan ASEAN HLTF-EI 2023 di Hotel Sheraton, Sijuk, Rabu (1/3) lalu.

Menurutnya, hal ini penting agar Asean dapat menjadi pusat perkembangan dunia di masa depan. Ia menjelaskan, ekonomi negara-negara ASEAN sudah terbukti baik dan kuat menghadapi krisis. Sebagai contoh, menurutnya, pada krisis ekonomi Asean 1997 semua negara ASEAN bertahan melewati krisis itu.

“Selama pandemi Covid-19, semua negara ASEAN juga selamat dari krisis ekonomi hanya setahun setelah pandemi,” bebernya.

Oleh karena itu, ASEAN sangat membutuhkan motor baru ekonomi meskipun Produk Domestik Bruto rata-rata negara ASEAN USD5 ribu.

Baca Juga  Dukung G20 di Bali, Ketua HIPMI Belitung Harap KTT Hasilkan Keputusan Strategis bagi Indonesia

“Tapi itu tidak cukup. Sebagian besar negara anggota ASEAN saat ini sedang berjuang untuk naik dari negara berpendapatan sedang ke negara berpendapatan tinggi. Sementara sebagian juga sedang berjuang karena masih berada di level pendapatan rendah,” ungkapnya.

Ia memaparkan, ekonomi biru adalah salah satu strategi yang bisa menjadi solusi. Menurutnya potensi ekonomi biru pada ekonomi lautan sangat besar. Hal utama yg harus dibahas adalah potensi ini belum banyak digali, termasuk di wilayah ASEAN.

“Ekonomi biru juga sangat potensial untuk meraih tujuan ekonomi yang berkelanjutan (SDGs),” terangnya.

Ia menyebutkan negara-negara Asean dihubungkan oleh laut. Lautan Asia Tenggara berkontribusi pada 15 persen dari perikanan dunia dan mempekerjakan 635 juta orang yang berhubungan dengan laut.

“Laut Asia Tenggara juga merupakan laut tersibuk nomor dua di dunia. Juga memiliki potensi pariwisata laut,” jelasnya.

Baca Juga  Rasa Bangga dan Haru, KRI Dewaruci Tinggalkan Beltim

Ia meyakini, ekonomi biru bisa mempromosikan ASEAN Centrality (ASEAN sebagai pusat dunia) dan menjadi motor baru ekonomi baru ASEAN.

“Sehingga bisa beradaptasi pada teknologi baru, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Asean. Masa depan ekonomi biru merupakan masa depan Asean,” tandasnya.

Menurutnya, ruang lingkup kerangka ekonomi biru ASEAN yaitu ilmu pengetahuan, data dan teknologi biru, manajemen dan konservasi biru, sektor prioritas biru, dan infrastruktur serta keuangan biru.

“Dialog ini juga berguna untuk membangun kewaspadaan dan berbagi pandangan pada pentingnya ekonomi biru. ASEAN merekomendasikan reformasi dan mekanisme untuk mendukung ekonomi biru ASEAN. Juga mengetahui tantangan dan risiko penerapan ekonomi biru ASEAN, serta memproyeksikan potensi manfaat penerapan ekonomi biru Asean,” tutupnya. (Mg2)

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

Jelang Ramadhan 1446 Hijriah, Stok Bapok di Belitung Cukup, Harga Stabil

Belitong Economic and Business

100 Peserta Ramaikan Bazar Mandiri Gemawira, Momentum UMKM Naik Kelas

Belitong Economic and Business

‎Jaga Stabilitas Harga Beras Jelang Lebaran 2026, Bulog Belitung Masifkan Penyaluran Beras SPHP

Belitong Economic and Business

Gas Melon di Tanjungpandan Langka, Stok di Pangkalan Kosong
Bazar Ramadan

Belitong Economic and Business

Meriahkan Ramadan 1444 Hijiriah, Kantor Pertanahan Belitung Gelar Bazar Serentak di Seluruh Indonesia
JPO belitung

Belitong Economic and Business

DPUPR Belitung Segera Lelang Proyek Pembangunan JPO, Harapannya Bisa Seperti JPO Pasar Senen

Belitong Economic and Business

DKUKMPTK Belitung Pastikan Stok Beras Cukup Jelang Nataru

Belitong Economic and Business

Bupati Belitung Tutup Bazar Belitong Kreatif I, Jumlah Transaksi Capai Rp800 Juta