BelitongToday, Tanjungpandan – Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Muzzafar S Abduazimov tertarik untuk melakukan kerjasama pertukaran produk hasil laut dan pertanian Belitung dengan negaranya.
“Produk perikanan seperti kakap merah, kakap putih, kerapu, kami masukkan itu dalam produk yang akan kami kerjasamakan,” kata Muzzafar S. Abduazimov ketika berkunjung ke Gallery KUKM Belitung, Rabu (20/9) kemarin.
Selain itu, Muzzafar juga sudah melihat dan menyatakan ketertarikannya dengan produk lada hitam Belitung.
“Saya sudah melihat lada hitam di Belitung. Kami mengkonsumsi (lada hitam, red) di kantor saya. Makanya saya melihat itu sebagai produk yang menjanjikan karena kualitasnya bagus,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kunjungannya ke Belitung dilaksanakan dalam rangka menjalin kerjasama antara Belitung dan Uzbekistan.
“Saya kembali ke Belitung dengan kerjasama yang lebih komprehensif. Kami akan menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan dan memajukan kerjasama dua kota,” paparnya.
Pihaknya tertarik untuk melakukan kerjasama pertukaran sejumlah komoditas.
“Saya juga melihat peluang orang-orang Uzbekistan untuk mencoba produk-produk ini (Belitung) dan orang-orang lokal di sini untuk mencoba produk Uzbekistan, seperti pertukaran komoditas,” ujarnya.
Saat ini Uzbekistan berfokus pada makanan kering seperti kismis, aprikot kering, melon kering, dan almond yang sangat berkualitas.
“Sedangkan komunitas yang menarik dari Belitung untuk Uzbekistan kami melihat produk-produk laut, pertanian, tekstil yang nampaknya menjanjikan. Tapi semuanya ke arah pertukaran bukan hanya ekspor atau impor tapi pertukaran produk dua negara,” ungkapnya.
Menurutnya, kerjasama ini sangat mungkin terjadi karena sudah ada dukungan dengan adanya penerbangan langsung. Penerbangan dari Uzbekistan ke Jakarta oleh Maskapai Uzbekistan Airways yang mulai terbang pada April lalu.
“Setiap penerbangan tersebut juga ada kargo 50 ton, kargo bisa diangkut dengan harga spesial dan khusus produk-produk pertanian. Produknya akan sampai di pasaran Indonesia dan Uzbekistan dalam waktu kurang dari delapan jam,” ucap Muzzafar. (Tim)







