BelitongToday, Sijuk – Kegiatan Rakernas KEK 2023 dan Indonesia SEZ Bussines Forum “Peluang Bisnis dalam Sektor Manufaktur dan Sektor Pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia” sukses berlangsung. Acara berlangsung di Sheraton Belitung Resort, Rabu (13/12).
Acara dihadiri oleh Mantan Menteri Pariwisata 2014-2018 Arief Yahya, Sekretaris Jenderal Dewan KEK Nasional, Susiwijono, Direktur KEK Tanjung Kelayang Daniel Alexander beserta para tamu undangan perwakilan 20 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kegiatan terbagi ke dalam dua sesi diskusi oleh Ajeng Kamaratih yang merupakan News Anchor nasional.

Direktur KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander menjelaskan acara Rakernas KEK 2023 dan Indonesia SEZ Bussines Forum berjalan dengan lancar.
“Acara Rakernas KEK 2023 dan SEZ forum sudah terlaksana dengan sukses. Kita turut berbangga karena Belitung kembali menjadi destinasi pertemuan skala nasional dan internasional karena tadi ada juga investor dari Korea,” katanya.
Daniel berharap, di tahun 2024 mendatang ataupun di tahun politik akan banyak lagi kegiatan yang berlangsung di Belitung, tidak hanya di KEK Tanjung Kelayang namun di Belitung secara umum.
“Karena ini untuk membangun ekosistem kepariwisataan di Pulau Belitung. Aset Belitung ini adalah telah menjadi UNESCO Global Geopark dan ini bukan main-main. Belitung memiliki pantai pasir putih halus terbaik di dunia dan aksesnya secara geografis sangat dekat dan strategis,” paparnya.

Daniel melanjutkan, namun sayangnya, saat ini jumlah penerbangan di Belitung sangat terbatas bahkan lebih rendah dari 2022.
“Memang kami berharap adanya percepatan, dorongan untuk pertumbuhan ekosistem kepariwisataan. Kami berharap akses penerbangan udara di Belitung meningkat dan konektivitasnya juga bertambah,” ungkap Daniel.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berupaya merealisasikan penambahan konektivitas penerbangan dari Denpasar – Tanjungpandan dan sebaliknya. Pembukaan rute ini ia nilai sangat penting karena potensi pasarnya yang sangat luar biasa.
“Market wisatawan yang datang ke Bali adalah 3,5 juta per bulannya. Kalau kita bisa ambil 1-5 persen setiap bulan maka dampaknya akan sangat signifikan untuk pariwasata di Pulau Belitung,” tandasnya.








