BelitongToday, Tanjungpandan – Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat didampingi Forkopimda dan pihak terkait melakukan sidak ke sejumlah SPBU di wilayah Tanjungpandan guna memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) terutama Pertalite, Rabu (22/07/2026).
Dari hasil pemantauan, penyaluran BBM di Kabupaten Belitung dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali. Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq, menjelaskan bahwa kuota BBM di setiap SPBU disesuaikan dengan kapasitas serta tingkat kebutuhan masing-masing.
“Dalam beberapa hari terakhir, kami meningkatkan suplai untuk mengantisipasi lonjakan antrean. Rata-rata penyaluran harian mencapai 250 kiloliter dan ditingkatkan hingga 280 kiloliter,” ujarnya.
Ia menambahkan, di Kabupaten Belitung terdapat 7 SPBU reguler, 6 SPBU non-reguler, serta 13 SPBUN yang melayani kebutuhan nelayan. Hingga saat ini, distribusi BBM dinilai tetap aman dan berjalan lancar.
Sementara itu, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan bahwa antrian panjang yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan, terutama setelah sempat terjadi keterlambatan distribusi pada beberapa waktu lalu.
“BBM tidak langka. Stok tersedia dan terus disuplai secara berkelanjutan. Ketersediaan Pertalite saat ini mencapai sekitar 1.000 kiloliter atau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 4 hingga 5 hari. Kondisi ini terus terjaga karena distribusi kapal berjalan secara rutin,” jelasnya.
Menurutnya, Pemkab Belitung memahami tingginya kebutuhan masyarakat dan terus berupaya memperkuat distribusi agar pelayanan tetap optimal.
Bupati juga menyoroti adanya indikasi anomali dalam antrian, seperti dugaan penggunaan barcode berulang oleh oknum tertentu. Hal tersebut akan ditelusuri lebih lanjut bersama pihak kepolisian.
Kapolres Belitung, AKBP Satria Darma, menegaskan pihaknya telah menurunkan personel untuk memantau situasi di lapangan serta melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan pelanggaran.
“Jika ditemukan adanya penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Pada sidak lanjutan di SPBU Air Pancur, Bupati kembali mendapati antrian yang cukup padat yang dipicu oleh pola pembelian BBM dalam jumlah maksimal oleh masyarakat.
“Di sini rata-rata kendaraan membeli BBM dalam jumlah penuh, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini membuat antrian terlihat lebih panjang,” ujarnya.
Bupati memastikan bahwa stok BBM di lokasi tersebut masih mencukupi dan terus dalam proses penambahan pasokan.
Pemerintah Kabupaten Belitung berkomitmen menjaga stabilitas distribusi BBM di daerah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan.
“Mari kita jaga bersama kondisi daerah agar tetap kondusif dengan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (Nazriel)
![]()







