Home / Belitong Economic and Business

Kamis, 5 Januari 2023 - 11:23 WIB

Hakim Sebut Kesalahan Fatal Pemerintah, Intervensi Pasar Membuat Minyak Gorang Langka

Sumber foto : kompas.com

Sumber foto : kompas.com

BelitongToday, Jakarta – Hakim Pengadilan Tipikor (Tipikor) Jakarta Pusat mengatakan kelangkaan minyak goreng yang terjadi tahun lalu tidak lepas dari kebijakan pemerintah.

Hakim mengatakan, pemerintah melalui Menteri Perdagangan mengesahkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 yang mensyaratkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng.

Dalam hal ini, hakim membuat pernyataan saat membacakan putusan tentang korupsi ekspor minyak sawit mentah atau minyak mentah (CPO).

“Menteri perdagangan menetapkan HET melalui Permendag Nomor 6 Tahun 2022 tanggal 27 Januari 2022. Hal ini termasuk pemicu kelangkaan minyak goreng,” kata hakim di ruang sidang, Rabu (4/1).

Hakim menilai, kerugian perekonomian negara akibat kelangkaan minyak bukan hanya karena tidak dipenuhinya kewajiban pasar dalam negeri (DMO) oleh produsen.

Setelah keluarnya Permendag Nomor 6 Tahun 2022 pada 27 Januari 2022, menurut hakim, minyak goreng hilang dari pasaran keesokan harinya.

Setelah itu, kekacauan terjadi di pasar dan ada tekanan dari para pihak untuk menghapuskan Permendag. Terakhir, pada 16 Maret 2022, pemerintah membatalkan Permendag. Keesokan harinya, menurut hakim, minyak goreng langsung dijual di pasar.

Baca Juga  Penggunaan APBD Belitung Harus Diperuntukkan Bagi Kesejahteraan Masyarakat

“Hal ini terlihat bahwa intervensi pemerintah terhadap pasar khususnya terhadap minyak goreng termasuk salah satu faktor yang berkontribusi mengakibatkan kelangkaan migor dan kenaikan harga migor di pasar,” tutur dia.

Hakim mengatakan, pemerintah melakukan kesalahan fatal dengan ikut campur dalam pasar.
Alasannya, aksi ini tidak didukung dengan infrastruktur atau sarana seperti Pertamina di bidang BBM.

“Pemerintah tidak memiliki stok minyak goreng dan tidak memiliki badan atau lembaga yang menguasai minyak goreng,” ujar hakim.

Peninjauan hakim mengacu pada keterangan atau pendapat salah seorang ahli. Kasus dugaan korupsi ekspor CPO didakwa lima orang.

Mereka adalah mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Indra Sari Visnu Vardhana dan tim pendukung Menteri Koordinator Perekonomian Lin Che Wei.

Kemudian, General Works PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; dan Chief Corporate Affairs Officer Permata Hijau Group, Stanley MA.

Baca Juga  Sukacita Natal 2023, Satu Orang WBP Lapas Kelas II B Tanjungpandan Terima Remisi

Dalam kasus ini, Indra Sari dipenjara selama 3 tahun dan tuannya dipenjara selama 1 tahun 6 bulan. Sedangkan Lin Che Wei, Pierre dan Stanley Ma divonis 1 tahun penjara. Kelima terdakwa juga didenda masing-masing Rp 100 juta, ditambah dua bulan penjara.

Kelima terdakwa juga didenda masing-masing Rp 100 juta ditambah dua bulan penjara.
Jaksa menduga mantan Dirjen Perdagangan dan Hubungan Luar Negeri Departemen Perdagangan itu melakukan tindakan ilegal dalam memperoleh izin ekspor CPO atau minyak sawit mentah.

Aksi pemberian Izin Ekspor (PE) Visnu disebut-sebut memperkaya orang dan perusahaan lain.
Menurut Jaksa, perbuatan tersebut dilakukan bersama-sama dengan empat orang terdakwa lainnya. Akibatnya, sekitar Rp 18,3 triliun rusak.

Kerugian negara ini berjumlah total Rp6.047.645.700.000 dan kerugian ekonomi Rp12.312.053.298.925.

“Merugikan keuangan negara sejumlah Rp 6.047.645.700.000 dan merugikan perekonomian negara sejumlah Rp 12.312.053.298.925,” kata jaksa dalam dakwaannya. (Mg2)

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

Perumda AM Tirta Batu Mentas Hadir di Belitung Expo 2026, Tawarkan Diskon Sambungan Baru

Belitong Economic and Business

Gelar RDP Bersama DPRD, Assapel Belitung Usulkan Kenaikan Tarif Angkutan

Belitong Economic and Business

Bazar Belitung Kreatif II Sukses Catatkan Transaksi Rp862 Juta

Belitong Economic and Business

Peserta Seleksi Direktur BUMD Belitong Mandiri Sampaikan Makalah Rencana Bisnis

Belitong Economic and Business

Bandara Hanandjoeddin Belitung Kembali Berstatus Internasional, Hidayat Arsani: Terima Kasih Presiden Prabowo!

Belitong Economic and Business

Persembahkan Bioskop Bagi Masyarakat Belitung, Isyak Meirobie: Tuhan Turunkan Banyak Lampu Aladdin
Makan malam Delegasi ASEAN Blue Economy

Belitong Economic and Business

Delegasi ASEAN Blue Economy Dijamu Makan Malam Bersama
Bantuan Beras

Belitong Economic and Business

Ribuan KPM di Belitung Timur Bakal Terima Bantuan Beras 10 Kilogram, Berikut Jadwalnya