BelitongToday, Tanjungpandan – Pasangan Calon Bupati Belitung, Isyak Meirobie dan Calon Wakil Bupati Belitung, Masdar Nawawi mengadakan pertemuan dengan para tokoh dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitong, Sabtu 14 September 2024.
Acara Silahturahmi Adat Belitong berlangsung di Rumah Adat Melayu Belitung, Jl. Gajah Mada, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, dihadiri oleh Ketua LAM Belitung, Achmad Hamzah beserta jajarannya, Ketua FKAB, Mukti Maharip beserta Dukun Kampong se-Kecamatan Tanjungpandan, serta para tokoh masyarakat.
Seusai acara silahturahim adat untuk memohon diri dan meminta restu, Calon Bupati Belitung 2024-2029, Isyak Meirobie, memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah selanjutnya dalam pencalonannya.

Dalam pernyataannya, Isyak menjelaskan bahwa tujuan dari acara tersebut adalah untuk memohon doa, dan restu dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitong serta masyarakat agar proses pencalonan mereka diberkati dan dilancarkan.
“Pada hari ini kita sudah melaksanakan betare, silahturahim adat untuk mohon diri, tahu diri, tahu adat, saya dengan Pak Masdar untuk melangkah kaki menuju ketahap berikutnya,” jelasnya.
Isyak menegaskan pentingnya dukungan dari lembaga adat dan dukun kampung sebagai pondasi kearifan lokal dalam mewujudkan tujuan tersebut.
“Untuk mewujudkan itu semua tentunya lembaga adat Melayu Belitung dan para dukun kampung adalah orang-orang yang paling tepat untuk bisa menjadi pondasi adat dan kearifan lokal dengan karakter yang baik,” tegas Isyak.

Ia juga menyampaikan bahwa sejak awal pencalonan, dirinya dan pasangan calon wakil bupati, Masdar Nawawi, telah sepakat untuk membagi kewenangan secara jelas.
Pembagian kewenangan ini, menurut Isyak, dimaksudkan agar tidak terjadi kebingungan atau konflik setelah terpilih.
“Saya dan Pak Masdar telah membagi kewenangan dini sejak awal kami mencalonkan diri. Jangan sampai sudah terpilih baru berbagi kewenangan,” ungkapnya.







