Filosofi Tungkuk Tiga
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitong, Achmad Hamzah, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan bisa berkumpul dalam keadaan sehat pada acara Silahturahmi Adat Belitong.
Ia menjelaskan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memberikan doa kepada pasangan Isyak-Masdar yang ingin mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belitung serta bersilaturahim dengan seluruh masyarakat adat.
“Adapun maksud dan tujuan berkumpulnya kita saat ini adalah pak Isyak-Masdar ingin bersilaturahim dengan seluruh masyarakat adat,” jelasnya.
Achmad Hamzah menekankan bahwa LAM Belitong berperan dalam memberikan doa restu serta berharap agar siapapun yang terpilih nantinya dapat memanfaatkan filosofi “Tungkuk Tiga,” yang mencakup tiga pilar utama yakni Pemerintah, Adat, dan Ulama.

Filosofi ini diharapkan dapat membuat Belitung menjadi lebih dinamis dan harmonis, serta mempererat rasa kebersamaan di kalangan masyarakat.
“Kami sebagai Lembaga Adat hanya dapat titip doa. Harapan kami siappun nanti yang terpilih menjadi pemimpin berdayakan filosofi Tungkuk Tiga yaitu tiga Pilar (Pemerintah, Adat, dan Ulama) agar Belitung tambah dinamis, tambah santai, dan sebagainya. Sehingga timbul rasa kebersamaan sebagai orang Belitung,” ungkapnya.
Achmad Hamzah juga menyampaikan terima kasih kepada pasangan Isyak-Masdar yang sudah datang ke Rumah Adat Belitong untuk Betare yang merupakan bentuk permisi atau berpamitan sebelum melangkah ke tahap berikutnya dalam pencalonan mereka.
“Kepada masing-masing calon yang sudah pamit kami ucapkan terimakasih dan sekali lagi kami hanya titip doa untuk masing-masing calon yang siap bertanding”. tutupnya. (Angga)







