Home / Belitong Environment

Jumat, 25 April 2025 - 10:35 WIB

Kelompok Konservasi Penyu Aik Batu Banyak Terima Bantuan, Siap Jaga Kelestarian Populasi Penyu

Foto bersama di sela acara penyerahan bantuan TJSL konservasi dan penangkaran penyu dari pihak Pelindo Regional II Tanjungpandan kepada komunitas konservasi penyu Air Batu Banyak, Desa Keciput, Sijuk, Belitung, Kamis 24 April 2025 kemarin.

Foto bersama di sela acara penyerahan bantuan TJSL konservasi dan penangkaran penyu dari pihak Pelindo Regional II Tanjungpandan kepada komunitas konservasi penyu Air Batu Banyak, Desa Keciput, Sijuk, Belitung, Kamis 24 April 2025 kemarin.

BelitongToday, Sijuk – Pelindo Regional II Cabang Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pemberdayaan dan konservasi penyu.

Bantuan ini diserahkan kepada kelompok penangkaran penyu Aik Batu Banyak, Kamis 24 April 2025 kemarin.

Program bantuan ini bersumber dari anggaran tahun 2024.

Perwakilan dari Pelindo Regional II Tanjungpandan, Afrizal berharap bantuan ini agar dapat dipergunakan serta dipertanggungjawabkan.

Sehingga tercipta regulasi serta aturan terkait dengan penangkaran penyu baik dalam penyelamatan telur penyu, penetasan, dan perawatan tukik.

Baca Juga  Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia Gelar Pelatihan untuk UMKM Belitung, Bupati Djoni Beri Apresiasi

“Sampai dengan pelepasliaran dengan tidak lepas dari penelitian dan edukasi yang sesuai dengan aturan-aturannya,” jelasnya.

Ketua kelompok penangkaran penyu Aik Batu Banyak, Asril mengapresiasi program bantuan TJSL dari pihak Pelindo ini.

Kelompok penangkaran penyu Aik Batu Banyak, merealisasikan anggaran bantuan ini dalam bentuk satu unit perahu bermesin tempel dan menambah fasilitas sarana penangkaran.

“Upaya pelestarian penyu melalui kegiatan penetasan dan pemeliharaan tukik (bayi penyu) di luar habitat alami mereka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi penyu dan menjaga kelestarian spesies ini serta mengurangi ancaman kepunahan, menambah populasi serta menunjang penelitian dan edukasi,” papar Asril.

Baca Juga  Tenaga Ahli Kedeputian Utama KSP Kunjungi Hkm Seberang Bersatu, Tinjau Budidaya Kerang Hingga Hutan Mangrove

Di samping itu, pihaknya juga akan melakukan pembenahan dalam pengelolaan penangkaran penyu.

Hal ini sebagai langkah perbaikan terhadap status UNESCO Global Geopark (UGG) Belitung yang mendapatkan kartu kuning salah satunya adalah menyangkut persoalan pelepasliaran tukik alias anak penyu.

“Semoga dengan adanya upaya ini bisa memperbaiki status UNESCO Global Geopark Belitung,” harap Asril.

Share :

Baca Juga

Belitong Environment

Buntut Bau Busuk Limbah Sawit, DLH Belitung Bakal Uji Kualitas Udara di Desa Badau
Damkar Belitung

Belitong Environment

Karhutla di Bicong, Damkar BPBD Belitung Habiskan Tiga Jam untuk Padamkan Api
Sampah Belitung

Belitong Environment

Kerahkan 100 Petugas, DLH Belitung Gerak Cepat, Bersihkan Sampah Pawai Pembangunan Tahun 2023

Belitong Environment

‎Antisipasi Potensi Ancaman Kebakaran di Natal dan Tahun Baru 2026, BPBD Belitung Berikan Imbauan, Yuk Cek!

Belitong Environment

BPBD Belitung Tebang Pohon Tua di Dekat Kolong Keramik
air serkuk

Belitong Environment

Rusak Dihajar Aktivitas Tambang Ilegal, Perumda Tirta Batu Mentas Belitung Akan Revitalisasi Kolam Air Serkuk

Belitong Environment

Rencanakan Program, DLH Belitung Laksanakan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Kemarau

Belitong Environment

Antisipasi Lonjakan Sampah Saat Lebaran 2025, DLH Belitung Siap Kerahkan Petugas dan Armada