Home / Belitong Environment

Kamis, 5 Oktober 2023 - 17:21 WIB

Kemarin, Suhu di Belitung Tembus 36,1 Derajat Celcius, Stasiun Metereologi HAS Hanandjoeddin Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kepala Stasiun Metereologi Kelas III HAS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung, Samsudin Agus Haryanto.

Kepala Stasiun Metereologi Kelas III HAS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung, Samsudin Agus Haryanto.

BelitongToday, Tanjungpandan – Stasiun Metereologi Kelas III HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mencatat suhu atau temperatur udara di Belitung pada, Rabu (4/10) kemarin mencapai 36,1 derajat celsius.

Kondisi ini menjadikan Belitung masuk dalam daftar kota 10 terpanas di Indonesia versi BMKG.

Kepala Stasiun Metereologi Kelas III HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Samsudin Agus Haryanto kepada BelitongToday di ruang kerjanya, Kamis (5/10) mengatakan meskipun suhu di Belitung meningkat namun kondisi ini masih dalam kategori aman.

Ia menyampaikan, kenaikan suhu udara di Belitung karena sejumlah faktor, salah satunya adalah fenomena El Nino dalam beberapa bulan terakhir.

“Kalau sesuai siklus suhu udara sampai 35 dan 36 derajat celsius juga pernah terjadi di sini di bulan yang sama. Terutama Agustus dan September sehingga tidak perlu khawatir karena kondisinya aman,” jelasnya.

Baca Juga  BPBD Belitung Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Ia menambahkan, sedangkan untuk biasanya, suhu atau temperatur udara di Belitung berkisar antara 32-33 derajat celsius.

Selain itu, kenaikan suhu udara di Tanjungpandan juga dipengaruhi oleh kondisi Belitung yang dekat dengan laut.

“Sehingga sangat berpengaruh karena di daerah kepulauan biasanya terjadi penguapan yang cukup tinggi,” bebernya.

Ia menerangkan, saat ini, Belitung berada di fase penghujung musim kemarau. Prakiraan awal musim penghujan akan berlangsung di dasarian II Oktober mendatang.

Walaupun demikian, saat ini memang sudah turun hujan di sejumlah lokasi atau tempat. Namun belum maksimal.

“Hujannya masih bersifat lokal jadi tidak merata dan belum maksimal,” ungkapnya.

Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan Saat Siang Hari

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama pada pukul 12.00 WIB – 14.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menghindari radiasi saat kontak langsung dengan matahari.

Baca Juga  KPU Belitung Gelar "Pesta Demokrasi Rakyat Belitong", Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada 2024

“Namun kami sampaikan ke masyarakat kondisi ini masih normal jadi tidak usah khawatir,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi kenaikan suhu juga terjadi di sejumlah daerah seperti di Semarang yang diprediksi akan mencapai 39,5 derajat celsius pada 20 Oktober mendatang.

“Hampir merata di seluruh wilayah Indonesia terjadi kenaikan suhu udara karena kondisi fenomena El Nino yang berlangsung sekarang,” tandasnya.

Sementara itu, Forecaster Stasiun Metereologi Kelas III HAS Hanandjoeddin, Salsa Nur Aqilla kepada BelitongToday mengatakan kondisi panas terik saat ini menyebabkan kulit menjadi kering.

Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya juga menggunakan “sunscreen” untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

“Kondisi panas, kelembaban juga rendah jadi menyebabkan kondisi kulit jadi kering sehingga bisa memakai sunscreen atau pelembab,” tutupnya. (Angga)

Share :

Baca Juga

DLH Belitung Timur

Belitong Environment

Gelar Konsultasi Publik, DLH Belitung Timur Bahas Lima Belas Isu

Belitong Environment

Ini Klarifikasi PT KPN Terkait Alat Berat di Pulau Seliu

Belitong Environment

Populasi Terus Bertambah, Belitung Darurat Anjing Liar?

Belitong Environment

BPBD Belitung Tebang Pohon Tua di Dekat Kolong Keramik

Belitong Environment

Ekspedisi DJN 2024 Selesaikan Pengarungan dengan Penanaman 10.000 Bibit Mangrove di Belitung
Liter Air

Belitong Environment

Atasi Kesulitan Warga Dapatkan Air Bersih, BPBD Distribusikan 187 Ribu Liter Air Bersih
Jalan Santai

Belitong Environment

DLH Belitung Gelar Jalan Santai dan Aksi Bersih-bersih, Usung Tema “Solusi untuk Polusi Plastik”

Belitong Environment

Wabup: WOA 2022 Promosikan Potensi Maritim dan Bahari Belitung