Home / Belitong Opinion

Senin, 22 Juli 2024 - 18:03 WIB

Olahraga Tradisional Beripat Beregong Modifikasi

Permainan Beripat Beregong Mengunakan  Senjata Dari Rotan.

Permainan Beripat Beregong Mengunakan Senjata Dari Rotan.

CARA MEMAINKAN BERIPAT BEREGONG


a. Cara Memainkannya
Cara memainkannya hampir sama dengan permainan beripat yang sesungguhnya, pertama-tama diawali dengan gerakan menigal dahulu dengan.
Gerak Nigal adalah gerakan menyerupai tarian dengan mengerakkan anggota badan dan tangan, gerakan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri dan mencari lawan yang akan dihadapinya. Pada saat melakukan gerakan Nigal tidak ditentukan berapa jumlahnya. Setelah lawan yang dicari didapat, mereka saling salaman sebagai tanda telah siap untuk melakukan permainan Beripat Beregong.
Alunan irama musik dengan alat gong, kelinang dan serunai sudah dibunyikan pada saat pemain malakukan Nigal sampai selesainya kedua pemain melakukan permainan.

b. Cara Bermain (Belage)
Sebelum permainan dilaksanakan wasit atau pawang membacakan peraturan permainan yang berlaku dalam permainan Beripat Beregong. Adapun peraturan permainan Beripat Beregong adalah:

  • Bila lawan jatuh tidak boleh dipukul
  • Bila rotan jatuh tidak boleh dipukul
  • Bila rotan alat pemukul patah tidak boleh dipukul
  • Bila lawan lari tidak boleh diserang
    Begitu wasit memberi aba-aba dengan kalimat “Mulai”, maka permainan beripat beregong sudah dimulai. Kedua pemain sudah diperbolehkan melakukan serangan dengan cara memukulkan rotan atau alat pemukul lainnya kearah bagian punggung lawan sebagai sasaran utama. Pukulan yang dinyatakan sah, jika ujung rotan atau alat pemukul lainnya mengenai bagian punggung lawan, semangkin banyak dapat melakukan pukulan kearah punggung lawan kesempatan menjadi pemenang akan semangkin besar. Pada saat selesai melakukan serangan selalu diselingi dengan gerakan Nigal, dengan maksud untuk mengembangkan gerakan jurus atau strategi untuk melakukan serangan selanjutnya. Waktu permainan selesai apabila wasit atau pawang sudah menghentikan permainan.
Baca Juga  Fakta Bentrokan Maut di PT GNI Morowali Utara

c. Penghitungan Nilai/ Point
Penentuan pemenang dalam permainan beripat beregong ini adalah:

  • Dilihat dari goresan bekas pukulan ujung rotan yang mengenai punggung lawan, dengan ketentuan setiap goresan dipunggung lawan di hitung point atau angka 1 (satu)
  • Pengurangan poit atau angka 1 (satu) bagi pemain yang melakukan pukulan mengenai anggota badan lawan selain bagian punggung (seperti muka, lengan, leher dan badan bagian depan)
  • Penghitungan point atau angka dilakukan oleh wasit atau pawang dan juri pencatat nilai
  • Penghitungan ponit akhir dengan jalan penjumlahan nilai pukulan yang masuk dikurangi nilai pukulan yang salah
  • Pemenang adalah pemain yang mendapatkan nilai tertinggi, sebagai tanda pemenang.wasit atau pawang megangkat salah satu tangan pemain tersebut.
Baca Juga  Maraknya Kecanduan Judi Online di Kalangan Remaja

d. Sistem dan Waktu Permainan
Permainan beripat beregong yang dimodifikasi dimainkan dengan menggunakan sistem regu, setiap tim terdiri dari 2 atau 3 regu. Permainan dimainkan sebanyak 2 babak di setiap regunya, masing-masing babak waktu permainan 2 sd 3 menit dan diselingi istirahat setiap babak 30 detik sd 1 menit. Juara tim ditentukan banyaknya regu yang memenangkan pertandingan.

Share :

Baca Juga

SEA Games 2023

Belitong Opinion

SEA Games 2023, Masihkah Efektif sebagai Ajang Mempererat Hubungan Negara Asia Tenggara?

Belitong Opinion

Rindu di Batas Pulau
Kebakaran

Belitong Opinion

Berbagai Sudut Pandang dari sebuah Kebakaran

Belitong Opinion

Maraknya Kecanduan Judi Online di Kalangan Remaja
Pendidikan Moral Anak

Belitong Opinion

Pentingnya Pendidikan Moral Bagi Anak

Belitong Opinion

Mengulik Potensi Pasangan Djoni Alamsyah dan Rudi Hartono di Pilkada Belitung 2024, Perpaduan Pengusaha dan Politisi

Belitong Opinion

Tak Hanya Sekolah dan Rumah Sakit, Ini Deretan Hasil Penyaluran DAK Fisik 2024 di Pulau Belitung
Kupi Tuan Kuase

Belitong Opinion

Kupi Tuan Kuase, Menikmati Kopi Ala Tuan dan Nona Belanda