Home / Belitong Economic and Business

Senin, 20 Juli 2026 - 09:56 WIB

‎”Omong Kosong!” BBM di Belitung Tetap Langka, Antrean Mengular dan Harga Eceran Melambung

‎BelitongToday, Tanjungpandan – Pernyataan resmi dari Pertamina Patra Niaga Belitung yang mengklaim pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Belitung telah kembali normal dinilai publik tak lebih dari sekadar omong kosong.

‎Sebelumnya, pihak Pertamina menyampaikan bahwa pasokan BBM telah ditambah sebanyak 24 kiloliter (KL) di luar kebutuhan harian Belitung yang mencapai 242 KL per hari.

‎Tak hanya itu, jam operasional distribusi pun dikabarkan telah ditambah. Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik: BBM jenis Pertalite hingga saat ini masih sangat langka.

‎Antrean Panjang dan Maraknya Pengerit

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, pemandangan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Belitung masih mengular panjang.

Baca Juga  ‎Pemerintah Kabupaten Belitung Klarifikasi Pengalihan Sewa Gedung Puncak Toserba

Masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite.

‎Kondisi ini makin diperparah dengan maraknya aktivitas “pengerit” (pembeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar untuk dijual kembali) yang memadati area SPBU.

Dampaknya, BBM eceran di tingkat pedagang jalanan melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp13.000 per liter.

Pejabat Daerah Dinilai Tutup Mata

‎Di tengah jeritan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM, peran Pemerintah Daerah dan wakil rakyat justru dipertanyakan.

‎Bupati Belitung Djoni Alamsyah, Wakil Bupati, hingga para anggota DPRD Belitung dinilai tidak menunjukkan kepedulian nyata.

Baca Juga  Pj Gubernur Babel Tinjau Pelabuhan Tanjung Ru, Surati Kemenhub Agar Bisa Digunakan Angkut Logistik

“Tidak pernah selangkah pun mereka turun langsung ke lapangan atau meninjau SPBU untuk memastikan akar permasalahan ini. Jadi, semua klaim penanganan ini hanya omong kosong belaka,” ujar salah satu warga yang berada di antrean.

Desakan Aksi Nyata

Masyarakat Belitung mendesak pihak-pihak terkait, baik Pertamina, aparat penegak hukum, maupun Pemerintah Kabupaten Belitung, untuk segera mengambil tindakan tegas dan nyata di lapangan.

‎Publik meminta agar penanganan tidak berhenti pada janji dan retorika manis di media, melainkan solusi konkret yang dapat menyelesaikan krisis BBM serta menertibkan para pengerit nakal. (TIM)

Share :

Baca Juga

WPR

Belitong Economic and Business

Kabar Gembira, WPR Sudah Disetujui Kementerian ESDM, Kapan Masyarakat Bisa Menambang?
gas melon

Belitong Economic and Business

Gas Melon di Tanjungpandan Kembali Langka, Sutisna Keliling Bawa Tabung Kosong
Inflasi di Belitung

Belitong Economic and Business

Wabup Belitung Sebut Inflasi di Belitung Terkendali, Terendah di Sumatera

Belitong Economic and Business

‎DKPP Belitung Salurkan Beras CBP, Segini Jumlah Penerimanya!

Belitong Economic and Business

Panen Perdana Padi Nujau Hijau, Beltim Tancap Gas Kembangkan Agrowisata
SMA Negeri 1 Simpang Pesak

Belitong Economic and Business

Wujudkan Pelajar Pancasila, SMAN 1 Simpang Pesak Bagikan Ratusan Sembako Kepada Masyarakat
Sapi Potong Belitung

Belitong Economic and Business

Sambut Idul Fitri, Kebutuhan Sapi Potong di Belitung Mencapai 250 Ekor
Dermaga Tanjung Paku

Belitong Economic and Business

Bangun Dermaga Penyeberangan Tanjung Paku, Pemkab Ajukan Anggaran ke Pusat Sebesar Rp104 Miliar