Kader Wajib Melayani Rakyat Kecil dan Peka Data
Lebih lanjut, Didit Srigusjaya menyoroti dinamika ekonomi dan sosial di Pulau Belitung yang saat ini dinilai sedang mengalami tekanan, khususnya terkait lesunya komoditas timah lokal. Menurutnya, momentum krisis inilah yang harus menjadi ladang pengabdian bagi kader banteng untuk hadir memberikan solusi nyata.
“Kondisi Belitung saat ini sedang tidak baik-baik saja. Keluh kesah hari ini soal timah yang tidak laku dan dibeli dengan harga murah adalah kenyataan yang dihadapi masyarakat kita. Di sinilah peran kader PDI Perjuangan. Ketika rakyat berteriak, kita wajib mendengar dan memperjuangkan suara mereka. Asal-usul kita adalah rakyat kecil, kita adalah partai wong cilik. Jabatan struktural ini bukan untuk minta dilayani rakyat, melainkan instrumen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” urai Didit.
Di akhir sesi pendidikan politik, Didit menginstruksikan seluruh pengurus ranting untuk aktif melakukan pemetaan sosial (social mapping) di wilayah masing-masing secara presisi dan melek terhadap data di lapangan.
”Turun ke desa-desa, kuasai daerah dan dekati masyarakat kita. Jika ditemukan ada anak usia sekolah yang belum bersekolah karena kendala biaya, segera data dan laporkan ke anggota DPRD kita agar diintervensi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Begitu pula dengan pelayanan kesehatan atau warga kurang mampu yang luput dari bantuan. Ranting harus melek data dan politik. Jika instruksi satu komando ini dijalankan dengan solid dan penuh keikhlasan, hasilnya pasti akan berbuah manis bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus kemenangan partai ke depan,” pungkas Didit. (Muhammad Nazriel Semesta)
![]()







