Home / Belitong Economic and Business

Senin, 10 November 2025 - 17:30 WIB

‎Perusahan Besar Terkesan Monopoli Tata Niaga Ayam Potong, Aliansi peternak Ayam Mandiri Datangi DKPP Belitung

Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung melakukan audiensi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung, Senin 10 November 2025 (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung melakukan audiensi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung, Senin 10 November 2025 (BelitongToday/Muhammad Nazriel Semesta)

‎BelitongToday, Tanjungpandan – Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung, mendatangi kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Belitung.

Hal ini dilakukan guna menyampaikan aspirasi dan indikasi monopoli pasar oleh sejumlah perusahaan atau peternak besar terhadap tata niaga ayam potong.

“Masalah ada dua yang kami sampaikan soal populasi ayam dan selanjutnya masalah izin dari pihak para perusahaan besar,” jelas Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, Yahya di kantor DKPP Belitung, Senin 10 November 2025.

‎Saat ini perusahaan peternakan ayam besar sampai hari ini terus menambah populasi ayam di kandang mereka, sehingga kondisi ini sudah tidak fair lagi dan merugikan peternak ayam potong mandiri.

Kemudian lokasi kandang ayam milik perusahaan besar tersebut banyak berada di dalam kawasan hutan seperti di kawasan konservasi, hutan produksi, hutan lindung pantai, kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kawasan permukiman masyarakat.

Baca Juga  Ini 5 Fakta Tradisi Makan Bedulang Khas Belitung, Panas dan Penuh Makna

‎DKPP Belitung juga dinilai lemah dalam pengawasan.

Yahya menjelaskan, para peternak ayam mandiri saat ini juga kesulitan mendapatkan bibit ayam. Namun sebaliknya pihak perusahaan mudah dan lancar mendapatkan bibit ayam.

‎”Kemudian masalah ayam mahal sebenarnya perusahaan besar menjual lebih mahal ayam di kandang, dibandingkan peternak mandiri bahkan sampai tembus Rp36 ribu sedangkan peternak mandiri hanya Rp33 ribu, jadi kalau harga ayam mahal itu memang ada peran broker dan pedagang,” tegasnya.

‎Pihaknya berharap agar pemerintah daerah khususnya DKPP Belitung dapat mendudukkan persoalan ini sesuai regulasi.

Baca Juga  Warga Belitung Timur Antusias Kegiatan Gerakan Pangan Murah

“Karena dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2024 sudah sangat jelas semua sudah diatur, peternak kemitraan dan pemodal besar maksimal 50 persen memasok bibit, sisanya peternak mandiri namun kenyataan saat ini hampir 100 persen kebutuhan ayam dipasok dari peternak atau perusahaan besar,” bebernya.

Segera Tindaklanjuti

‎Kepala DKPP Belitung, Destika Efenly mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti masukan yang disampaikan oleh Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung.

“Yang jelas dipertanyakan adalah soal bibit ayam yang masuk di peternak kemitraan itu sudah over, memang di peraturan Menteri Pertanian sudah jelas bahwa kemitraan itu adalah 50 persen dari kebutuhan,” paparnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Pengusaha Tambak Udang

Belitong Economic and Business

Banyak Pengusaha Tambak Udang Tidak Menghadiri FGD, Harli Agusta: Mereka Tidak Kooperatif, Bakal Kami Tegur!
masyarakat Pasar Murah

Belitong Economic and Business

Masyarakat Serbu Pasar Murah di Halaman Gedung Nasional

Belitong Economic and Business

Barang Langka dan Harga Melambung Tinggi, Pj Bupati Belitung Sidak Gas Elpiji Tiga Kilogram

Belitong Economic and Business

Budidaya Udang Vaname di Belitung Mulai Dilirik Warga, Miliki Potensi Ekonomi yang Cukup Menjanjikan
Sapi Potong Belitung

Belitong Economic and Business

Sambut Idul Fitri, Kebutuhan Sapi Potong di Belitung Mencapai 250 Ekor

Belitong Economic and Business

‎Meski Ditengah Efisiensi Anggaran, Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi ASN di Belitung Tetap Berjalan

Belitong Economic and Business

‎Libatkan 183 UMKM, Belitung Expo 2026 di Pantai Tanjung Pendam Resmi Digelar

Belitong Economic and Business

Samsat Belitung Libur Lebaran 18-24, Masuk Kembali 25 Maret