Ia meyakini bahwa program ini akan menjadi fondasi lahirnya Generasi Emas 2045.
“Dalam 20 tahun ke depan, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing,” tegas Maharani.
Senada dengan itu, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias Maulana, menuturkan bahwa MBG juga dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dengan melibatkan BUMDes, koperasi, petani, dan peternak dalam penyediaan bahan pangan.
“Setiap SPPG mampu melayani hingga 4.000 penerima manfaat per hari,” jelas Ade.
Di wilayah Indonesia Timur, sosialisasi Program MBG juga telah digelar di Praya Barat Daya, Lombok Tengah dan Papua Barat Daya. Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, optimistis program MBG akan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di wilayah tersebut.
Ia mendorong masyarakat agar ikut menjadi mitra BGN demi mendukung distribusi makanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Program ini bukan hanya tentang pemberian makanan gratis, tetapi juga tentang memperbaiki kualitas hidup dan mendorong ekonomi warga dari desa,” ujar Muazzim saat kegiatan sosialisasi.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, menegaskan bahwa MBG merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun sumber daya manusia berkualitas.
“Ini bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda akan menjadi tulang punggung bangsa,” tegasnya.
Program MBG juga dikawal oleh para tenaga ahli gizi dan dijalankan berdasarkan prinsip Gizi Seimbang, mencakup konsumsi makanan beragam, aktivitas fisik, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat dari tokoh agama hingga pemerintah daerah, Program Makan Bergizi Gratis kini tak hanya menjadi program pemerintah, melainkan juga menjadi gerakan nasional yang memperkuat keadilan sosial dan pembangunan generasi masa depan Indonesia. (TIM)







