BelitongToday, Tanjungpandan – Tokoh Masyarakat Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabriansyah menilai tren investasi di Kabupaten Belitung sepanjang 2025 lesu dan melemah.
Sejumlah investasi yang akan masuk dan hadir pun baru hanya sebatas wacana dan janji semata.
Tentunya kondisi ini sangat disayangkan, sejauh ini belum ada investasi yang benar-benar terealisasi secara riil di lapangan dan berdampak langsung untuk masyarakat.
Menurutnya, melesunya tren investasi di Belitung sepanjang 2025 lalu berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah.
Salah satunya adalah terbatasnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Padahal seharusnya jika investasi betul-betul hadir secara rill maka dipastikan akan menyerap banyak tenaga kerja.
”Realisasi investasi hanya sebatas wacana, capaiannya belum berdampak langsung untuk masyarakat, kondisi ini sangat terasa sekali di sepanjang 2025 lalu,” jelas Tokoh Masyarakat Belitung, Sabriansyah atau sering disapa Pak Cik, Selasa 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, lesunya investasi di Kabupaten Belitung sepanjang 2025 bisa disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya adalah ketidakpastian kebijakan, regulasi yang kompleks, aspek birokrasi dan masalah infrastruktur.
Sabriansyah berpendapat kondisi ini akan membuat ragu investor untuk menanamkan modalnya.
”Kondisi ini diperparah dengan daya beli masyarakat yang membuat investor menunda untuk menanamkan atau membelanjakan modalnya di Kabupaten Belitung,” paparnya.
Oleh karena itu, tentunya hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah guna menghadirkan investasi untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Saya rasa ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepala daerah untuk benar-benar bekerja ekstra keras menghadirkan investasi yang rill bagi masyarakat,” imbuhnya.
![]()







