BelitongToday, Tanjungpandan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung melaporkan bahwa Tanjungpandan mengalami deflasi bulan ke bulan sebesar 0,68 persen pada November 2025, dibandingkan dengan Oktober 2025. Namun, bila dibandingkan dengan November 2024, Tanjungpandan mengalami inflasi Tahun ke Tahun sebesar 1,67 persen.
Baiq Kurniawati, Kepala BPS Kab. Belitung, mengatakan bahwa inflasi perlu dihitung untuk menjaga daya beli masyarakat, acuan bagi para pelaku usaha dan investor, serta acuan perumusan kebijakan bagi pemerintah daerah.
Beberapa komoditas yang mempengaruhi deflasi adalah daging ayam ras (0,59%), ikan tongkol/ikan ambu-ambu (0,07%), dan kangkung (0,07%). Sementara itu, harga bawang merah naik menjadi Rp55 ribu per kilogram karena pasokan tersendat dan produksi nasional menurun.
Anyyta, Kepala DKUKMPTK Belitung, mewakili Bupati Belitung, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dan transparansi informasi kepada publik. Data statistik yang akurat sangat penting untuk proses perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Nazriel)
![]()







