BelitongToday, Tanjungpandan – Suasana ceria dan penuh semangat literasi menyelimuti Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Belitung, Jumat 12 September 2025 lalu.
Bukan sekadar perayaan biasa, kegiatan bertajuk “September Ceria” yang digelar baru-baru ini menjadi penanda keseriusan DPKD Belitung untuk bertransformasi, merangkul masyarakat, dan menatap masa depan yang lebih gemilang.
Acara ini bukan hanya menjadi puncak peringatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjungan Perpustakaan, tetapi juga sebuah tonggak strategis yang menandai era baru bagi perpustakaan daerah.
Kehadiran lengkap jajaran pimpinan daerah—mulai dari Wakil Bupati Belitung, Syamsir Sekda Belitung, Marzuki, hingga Asisten III Setda Pemkab Belitung, Syamsudin—menjadi sinyal kuat akan dukungan penuh pemerintah terhadap kebangkitan literasi di Negeri Laskar Pelangi.
“Kami warga OPD DPKD Belitung sangat berbangga sekali. Kami dihadiri oleh formasi lengkap. Semoga ini menjadi tonggak untuk menjadi lebih baik ke depannya,” ujar perwakilan DPKD di sela-sela acara.
Strategi Merangkul Generasi Muda
”September Ceria” merupakan agenda tahunan yang dirancang khusus untuk meningkatkan angka kunjungan ke perpustakaan. Salah satu fokus utamanya adalah pelajar.
Selama ini, DPKD telah menjalin hubungan baik dengan SMP Negeri 6 Tanjungpandan yang para siswanya rutin menyambangi perpustakaan.
Namun, tantangan masih membentang luas. “Perlu kami sampaikan, SMP Negeri 6 selalu berkunjung ke DPKD Belitung.
Namun, perlu ditingkatkan karena masih banyak SMP lainnya yang kunjungannya masih kurang ke perpustakaan daerah,” lanjutnya.
Melalui kegiatan yang dikemas menarik seperti ini, DPKD Belitung berharap dapat membuka mata lebih banyak sekolah dan siswa bahwa perpustakaan bukan lagi sekadar tempat meminjam buku yang sunyi, melainkan pusat kegiatan belajar dan kreativitas yang menyenangkan.
Kolaborasi sebagai Kunci
Pihak DPKD Belitung dengan rendah hati mengakui bahwa perjuangan untuk mempopulerkan perpustakaan dan arsip tidak dapat dilakukan sendirian.
Keterbatasan sumber daya membuat peran serta dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk komunitas, sekolah, dan media, menjadi sangat krusial.
“Kegiatan ini adalah yang pertama bagi kami, dan jangan sampai menjadi yang terakhir. Tanpa ada partisipasi dari rekan-rekan, kami memiliki keterbatasan dalam mensosialisasikan perpustakaan dan arsip,” ungkapnya, mengisyaratkan ajakan terbuka untuk berkolaborasi.
Semangat gotong royong inilah yang diharapkan dapat terus menyalakan api literasi di seluruh penjuru Belitung.
Visi Jangka Panjang: Gedung Baru di 2027
Di balik kemeriahan “September Ceria”, DPKD Belitung menyimpan sebuah mimpi besar.
Mereka tengah menyusun rencana strategis untuk mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2027.
Dana ini nantinya akan menjadi modal utama untuk melakukan pengembangan dan pembangunan kantor DPKD yang lebih representatif dan modern.
“Pada 2027, kami akan mencoba agar DAK bisa terwujud ke Belitung, khususnya untuk melakukan pengembangan kantor DPKD Belitung,” tegasnya optimistis.
Langkah ini menunjukkan bahwa “September Ceria” bukan sekadar acara seremonial. Ia adalah bagian dari sebuah visi jangka panjang yang terstruktur: membangun fondasi komunitas yang kuat hari ini, untuk mewujudkan infrastruktur literasi yang megah di masa depan. (Nazriel)







