BelitongToday, Tanjungpandan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali meresahkan masyarakat di Pulau Belitung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), memicu situasi saling berebut antar-pengendara yang khawatir tidak kebagian pasokan.
Kondisi ini berimbas langsung pada lonjakan harga di tingkat pedagang eceran. Saat ini, harga Pertalite di tingkat pengecer atau kios-kios kecil dilaporkan meroket hingga menembus angka Rp13.000 per liter.
Salah seorang pengecer BBM di Belitung mengungkapkan bahwa sulitnya mendapatkan Pertalite disebabkan oleh adanya pembatasan pasokan yang sangat ketat dari sumbernya.
“Barang memang lagi langka karena dibatasi. Sekarang kalau mau ‘ngerit’ (membeli untuk dijual kembali) susahnya luar biasa,” keluh salah satu pengecer yang enggan disebutkan namanya, Jumat 10 Juli 2026.
Pasokan ke SPBU Diduga Dikurangi
Sementara itu, informasi yang dihimpun dari sumber tepercaya menyebutkan bahwa kelangkaan ini dipicu oleh adanya pengurangan volume penyaluran BBM ke SPBU dari porsi yang biasanya diterima. Pengurangan pasokan yang drastis ini langsung berdampak pada membeludaknya antrean di area pompa bensin. Akibatnya, suasana di beberapa SPBU sempat tegang karena para pengemudi saling berebut untuk mengamankan bahan bakar.
Desak Pertamina Patra Niaga Turun Lapangan
Menanggapi carut-marutnya kondisi ini, warga masyarakat serta para pengguna jalan mendesak pihak otoritas terkait untuk segera mengambil tindakan nyata.
Masyarakat berharap Pertamina Patra Niaga Belitung segera turun langsung ke lapangan guna melakukan investigasi, mengurai simpul kelangkaan, dan menuntaskan persoalan distribusi BBM ini hingga ke akarnya agar aktivitas perekonomian warga tidak lumpuh. (Nazriel)
![]()







