BelitongToday, Membalong – Aksi demonstrasi dan protes yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, terhadap persuhaan sawit PT Foresta Lestari Dwikarya terus bergulir.
Massa melakukan aksi bakar ban tepat di depan portal atau pintu masuk kebun sawit PT Foresta Lestari Dwikarya yang terletak di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Senin (10/7) sore.
Selain membakar ban, massa juga menggali jalan akses masuk menuju pabrik dan kebun kelapa sawit PT. Foresta Lestari Dwikarya menggunakan alat berat. Sehingga, otomatis kendaraan tidak bisa melintas, baik roda dua maupun empat.
Aksi ini merupakan salah satu bentuk protes masyarakat terhadap PT. Foresta Lestari Dwikarya yang sampai saat ini belum memberikan jawaban secara pasti atas sejumlah tuntutan massa. Salah satunya, adalah terkait kebun plasma sebesar 20 persen.
Sebelum melakukan aksi bakar ban, ratusan massa juga mendatangi kantor PT. Foresta Lestari Dwikarya. Massa menutup sementara operasional pabrik kelapa sawit tersebut sampai tiga hari ke depan.
Koordinator Lapangan aksi, Martoni menjelaskan, penutupan ini pihaknya lakukan karena masyarakat belum mendapatkan kepastian dari pihak perusahaan. Terkait sejumlah tuntutan yang massa layangkan. Salah satunya, adalah kebun plasma sebesar 20 persen.
Lebih lanjut, Martoni menjelaskan, apabila selama tiga hari ke depan diketahui pabrik masih tetap beraktivitas massa akan mengambil langkah tegas lainnya.
“Kami akan mengambil tindakan lain jika pabrik masih beraktivitas,” tegasnya. (Tim)







