BelitongToday, Tanjungpandan – Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie mengatakan pihaknya melakukan komunikasi dan penjajakan kerjasama dengan maskapai Pelita Air Service untuk membuka rute penerbangan Jakarta – Tanjungpandan.
Maskapai Pelita Air diharapkan menjadi layanan penerbangan medium dan premium bagi wisatawan. Pelita dapat menggantikan Super Air Jet yang baru-baru ini berhenti beroperasi melayani rute penerbangan Jakarta ke Tanjungpandan maupun sebaliknya.
Sebelumnya deretan maskapai juga hengkang dari Belitung seperti Garuda Indonesia, Batik Air, maupun Air Asia.
Kondisi ini tak pelak berimbas terhadap arus dan jumlah kunjungan wisatawan ke Belitung. Pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan industri pariwisata di Belitung.
Pasalnya, tingkat hunian hotel di Belitung turun menyentuh angka 40 persen akibat sepinya pelancong berwisata ke Belitung. Kondisi disinyalir lebih parah dari masa pandemi Covid-19 lalu.
“Pelita Air ini adalah harapan kami untuk kembali membuka penerbangan kelas premium dan medium. Karena, kami tahu layanan Pelita Air cukup bagus dan sudah punya armada banyak dalam waktu singkat,” jelas Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie kepada para awak media, Rabu (15/11).
Siapkan Sejumlah Tawaran
Isyak menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah penawaran dan garansi kepada pihak maskapai Pelita Air Service. Dengan harapan mereka menaruh kepastian untuk melayani rute penerbangan dari Jakarta-Tanjungpandan maupun rute-rute lainnya.
Ia menambahkan, upaya ini melibatkan lintas sektor melalui skema kerja kolaboratif seperti pemerintah daerah sendiri. Pelaku UMKM, pelaku biro perjalanan, industri hotel, dan Angkasa Pura II cabang Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin selaku operator bandara.
“Jadi ada semacam bundling bisnis dan benefit yang kami tawarkan. Misalnya, pembelian paket kamar hotel dengan tiket yang menjadi satu agar lebih murah. Karena, kalau beli terpisah-pisah itu lebih mahal,” terangnya yang juga merupakan juru bicara Menparekraf Sandiaga Uno di bidang wisata olahraga.
Ia pun berharap, garansi yang ia tawarkan dan sampaikan secara menyeluruh kepada manajemen Pelita Air Service membuahkan hasil manis. Yakni, mereka menyatakan siap melayani penerbangan rute Jakarta-Tanjungpandan maupun rute lainnya.
“Meskipun Pelita Air ini milik BUMN namun mereka kan tetap juga mencari benefit,” ujar Isyak.
Ia sangat menaruh harapan besar, agar maskapai Pelita Air bisa resmi beroperasi di Belitung pada Desember mendatang. Hal ini lantaran pada momentum tersebut merupakan masa liburan (high season) Natal dan Tahun Baru.
“Kami berharap Desember Pelita Air sudah beroperasi melayani masyarakat Belitung karena momentumnya Nataru, ya kalau paling lambat di Januari,” harapnya. (Angga)







