Menurutnya, jika kondisi sedang banyak permintaan seperti akhir tahun ini, jarang tersedia sampai 2 atau 3 hari. Biasanya setelah dikirim, langsung habis diserbu pembeli.
“Datang 100 tabung atau lebih biasanya hanya 1 atau 2 jam langsung habis,” ungkapnya.
Dengan sulitnya stok saat ini, pihaknya membatasi masyarakat untuk maksimal membeli 2 buah tabung dengan harga normal.
“Kami menetapkan maksimal beli 2 tabung, dan harga di tempat kami tetap normal sesuai HET Gubernur Babel yaitu Rp18.000 per kg,” ujarnya.
Untuk pengiriman selanjutnya pada Januari ini, pihaknya belum dapat memastikan, karena belum ada informasi dari pihak agen maupun Pertamina.
“Untuk bulan Januari ini belum ada info,” tandasnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) PT. Pertamina Wilayah Belitung, Hizkia Reiner Bontang mengatakan ada peningkatan konsumsi elpiji 3kg di akhir Desember.
“Di akhir Desember hingga saat ini memang terjadi peningkatan konsumsi LPG 3 Kg,” ujar Reiner.
Namun menurutnya, pihaknya sudah mengantisipasi peningkatan konsumsi yang sering terjadi tiap tahun ini.
“Kami sudah melakukan antisipasi dengan melakukan penambahan fakultatif sebanyak 2 ribu tabung lebih di tanggal 30 Desember 2022 untuk menjaga ketersediaan elpiji agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, agar tidak terjadi kelangkaan, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat menggunakan elpiji subsidi sesuai peruntukannya.
“Kami tetap imbau ke masyarakat untuk menggunakan elpiji 3 Kg sesuai peruntukan yaitu rumah tangga dan usaha mikro,” tandasnya. (angga)







