Home / Belitong Opinion

Minggu, 16 April 2023 - 22:03 WIB

Dua Pemuda Saleh di Malam ke-26 Ramadan

Sumber foto : suaramuslim.net

Sumber foto : suaramuslim.net

Tarawih Tidak, Petasan Iya

Tulisanku ini bukan untuk menghakimi siapapun, baik yang Salat Tarawih di rumah maupun di masjid. Baik yang berbelanja saat siang ataupun malam. Itu preferensi masing-masing. Tulisan ini sebenarnya berangkat dari kekagumanku pada dua pemuda tanggung, sekitar umur 15-17 tahun. Mereka mengikuti Salat Tarawih sampai selesai. Ini hal yang cukup membanggakan bagiku.

Maklum, ketika aku seusia mereka, bahkan ketika sampai lulus kuliahpun, sangat jarang sekali aku Salat Tarawih sampai malam ke 26. Biasanya, malam ke 20 sudah menyerah, larut dengan berbagai tontonan di TV, tenggelam dengan game, atau bahkan bergabung dengan lautan manusia di pusat perbelanjaan yang memburu diskon dan harga murah demi beberapa setel pakaian baru. Seperti tidak ada hari lain untuk membeli baju.

Baca Juga  Tak Hanya Sekolah dan Rumah Sakit, Ini Deretan Hasil Penyaluran DAK Fisik 2024 di Pulau Belitung

Padahal, kita disunahkan memakai pakaian terbaik, bukan pakaian terbaru. “Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak).

Bahkan ketika usiaku masih 13-15 tahun, usia SMP. Tarawih hanya menjadi alasan kepada orangtua agar boleh keluar malam hari. Sesampainya di masjid, aku hanya Salat Isya, karena itu yang wajib. Setelah itu, berhamburanlah kami ke luar masjid. Mengeluarkan berbagai petasan yang kami beli sepulang sekolah, berkejar-kejaran sambil mengganggu cewek-cewek yang lewat. Tipikal kenakalan anak SMP.

Baca Juga  Minimnya Kesadaran Generasi Muda terhadap Perkembangan Daerah

Beranjak dari umur 15 sampai 17. Di masa SMA, sudah jarang main petasan, karena malu sama cewek-cewek komplek. Sebenarnya masih ada rasa ingin meledakkan petasan, tapi rasa itu kalah oleh rasa jaim. Namun, tidak meledakkan petasan bukan berarti menjadi rajin Salat Tarawih.

Share :

Baca Juga

Belitong Opinion

DUGDER-AN: Beragam Untuk Bersatu
SEA Games 2023

Belitong Opinion

SEA Games 2023, Masihkah Efektif sebagai Ajang Mempererat Hubungan Negara Asia Tenggara?

Belitong Opinion

Biji Ketiau, Potensi Ekonomi Baru Masyarakat Desa Kemiri

Belitong Opinion

Perahu Kater: Buah Kreatifitas Nenek Moyang Sebagai Pelaut
Budaya Bahasa

Belitong Opinion

Mirisnya Budaya Santun Terhadap Orang Tua karena Penerapan Bahasa Gaul yang Salah

Belitong Opinion

Mengulik Potensi Pasangan Djoni Alamsyah dan Rudi Hartono di Pilkada Belitung 2024, Perpaduan Pengusaha dan Politisi

Belitong Opinion

“KETIKA MESIN MENGAMBIL ALIH: MASIHKAH ADA TEMPAT BAGI INTEGRITAS ASN DALAM PELAYANAN PUBLIK MODERN?”

Belitong Opinion

‎PAD Belitung Meningkat Ditengah Daya Beli yang Melemah, HIPMI Belitung: Sangat Paradoks