BelitongToday, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal tabrakan maut di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morowali, Sulawesi Tengah, yang menewaskan dua orang.
Listyo memastikan pemberitaan tentang tenaga kerja asing (TKA) yang sebelumnya menganiaya tenaga kerja Indonesia (TKI) dan informasi perampokan adalah tidak benar.
Begini fakta bentrokan maut di PT GNI Morowali yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dimulai dari mogok kerja
Listyo mengatakan, bentrokan terjadi setelah seruan mogok sehingga menimbulkan pro dan kontra di antara pekerja PT GNI.
Selain itu, Listyo menyebut ada beberapa persoalan hukum ketenagakerjaan antara perusahaan dan karyawan yang masih dalam tahap negosiasi.
“Hal itu dipicu karena ada provokasi yang bersumber dari seruan mogok kerja dan rangkaian acara yang terkait dengan urusan perindustrian yang sedang dirundingkan saat itu,” ujarnya dalam jumpa pers, Senin (16/1).
Tak ada Penyerangan TKI oleh TKA
Listyo memastikan pemberitaan tentang tenaga kerja asing (TKA) yang sebelumnya menganiaya tenaga kerja Indonesia (TKI) dan informasi penjarahan tidak benar.
Total pegawai TKA 1.300 orang
Listyo mengatakan, jumlah TKA yang bekerja di PT GNI hanya 1.300 orang. Ia mengklaim semua TKA memiliki keterampilan teknis dan tugasnya adalah menyampaikan informasi kepada TKI yang memiliki total 11.000 pegawai.
17 karyawan dicurigai, 71 ditangkap
Menyusul bentrokan maut itu, Listyo mengatakan polisi langsung menangkap 71 pegawai yang diduga ikut serta dalam perusakan tersebut. Dari total pelaku, 17 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Beberapa pelaku perusakan sudah ditangkap sekitar 71 orang dan 17 orang saat ini berstatus tersangka. Listyo akan menindak tegas para pelaku perusakan. Ia berharap aksi serupa tidak terulang lagi. (Mg2)







