Home / Belitong Humanities

Minggu, 12 Januari 2025 - 15:02 WIB

Gas Melon di Belitung Langka, Tokoh Masyarakat Ini Sinyalir Ada Permainan Mafia, Desak Bongkar !

Tokoh masyarakat Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Darsono alias Matek.

Tokoh masyarakat Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Darsono alias Matek.

BelitongToday, Tanjungpandan – Tokoh masyarakat Desa Juru Seberang Darsono angkat bicara terkait kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di Belitung dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Darsono, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di Belitung terdapat keanehan alias kejanggalan.

Ia mensinyalir kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di Belitung ada indikasi permainan mafia sehingga modus ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya.

Sebab, Darsono menegaskan bahwa kelangkaan gas elpiji rutin terjadi dengan alibi faktor cuaca buruk sehingga pengiriman gas dari Palembang menggunakan tongkat sering terhambat.

Bahkan masyarakat Desa Juru Seberang sendiri tempat lokasinya berdiri SPPBE juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji tiga kilogram.

Baca Juga  Ketua dan Pengurus Fatayat NU Belitung Masa Khidmah 2021-2026 Resmi Dilantik

Menurutnya lantas apa gunanya SPPBE Juru Seberang jika masyarakat sekitar SPPBE Juru Seberang juga masih kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram.

“Berdasarkan hasil konfirmasi dengan pihak SPPBE Juru Seberang bahwa pengiriman gas elpiji tiga kilogram lancar dan tidak ada kendala,” tegas Darsono, Minggu 12 Desember 2024.

Pertanyaannya adalah apa yang menjadi penyebab kelangkaan gas elpiji tiga kilogram ini, kalau bukan adanya permainan mafia yang berlindung di balik faktor cuaca buruk.

“Ujung-ujungnya adalah masyarakat yang menjadi korban mereka kesulitan mencari gas elpiji tiga kilogram sampai antre panjang,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Darsono, gas elpiji tiga kilogram juga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan ada yang menjualnya mencapai Rp30.000 ribu per tabung.

Baca Juga  ‎Rusak Diterjang Banjir, Bupati Djoni Sebut Jembatan Tugu Nanas Dalam Perbaikan

Darsono menegaskan, praktik semacam ini tidak bisa dibiarkan karena masyarakat ramai yang menjadi korban.

“Harus ada solusi yang tuntas terhadap permasalahan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang berulang kali terjadi,” tegasnya.

Darsono juga mengajak untuk membongkar mafia elpiji tiga kilogram di Belitung.

Termasuk dugaan yang menyebutkan adanya aksi pengoplosan gas elpiji tiga kilogram ke gas elpiji 12 kilogram. Hal ini jelas telah melanggar ketentuan dan undang-undang yang berlaku.

“Saya mendesak agar Pertamina dan Polres Belitung turun tangan membongkar praktik mafia elpiji ini,” Desak Darsono. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Baznas Belitung Sosialisasikan Pengumpulan Zakat Bagi Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah

Belitong Humanities

Sambut Malam Pergantian Tahun, MUI Belitung Imbau Masyarakat Tidak Pesta Minuman Keras

Belitong Humanities

‎Bupati Belitung Lantik Pejabat Baru, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi ‘Pemain Anggaran’

Belitong Humanities

‎Cahaya Zakat di Bumi Laskar Pelangi: Baznas Belitung Tuntaskan 6 Rumah Layak Huni Sepanjang 2025
Komite Reformasi untuk Belitung

Belitong Humanities

Aksi Damai Komite Reformasi untuk Belitung Masa Depan Ditunda, Ini Alasannya

Belitong Humanities

Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo Cek Kesiapan Pengamanan Jelang Idul Fitri 1446 Hijriah
Aksi pembakaran terhadap kitab suci umat Islam

Belitong Humanities

MER-C Mengecam Keras Aksi Pembakaran Al Qur’an oleh Paludan di Swedia
Yeti Airlines

Belitong Humanities

Mengenal Sosok Perekam Detik Terakhir Yeti Airlines di Nepal