Home / Belitong Opinion

Jumat, 26 Mei 2023 - 22:07 WIB

Maraknya Kecanduan Judi Online di Kalangan Remaja

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Helfina Damayanti.

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Helfina Damayanti.

Oleh: Helfina Damayanti*

Permainan judi online merupakan suatu kegiatan yang melibatkan uang ataupun harta untuk dipertaruhkan. Pada dasarnya permainan judi online sama halnya dengan permainan judi lain karena terdapat unsur pertaruhan. Namun, hal yang membedakan yaitu terdapat jaringan internet sehingga pelaku bisa mengaksesnya secara online. Sejak 2018 hingga 18 Mei 2022, Kementerian Kominfo telah memutus 49.645 konten judi di berbagai platform digital. Namun demikian, situs dan aplikasi judi online terus bermunculan dengan nama yang baru.

Dalam perkembangannya, perjudian tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, anak-anak dan remaja juga melakukannya saat ini. Menurut Zakiah Daradjat dalam Soetjiningsih (2004: 58), pengertian remaja adalah masa peralihan. Yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa.

Baca Juga  Mantapkan Integritas Anggota Pengawas, Bawaslu Belitung Timur Gelar Bimtek

Dengan berbagai macam bentuk perjudian di kalangan remaja yang semakin meluas menyebabkan sebagian remaja menjadi acuh dan seolah-olah memandang perjudian sebagai hal yang wajar. Sehingga hal tersebut menjadi masalah. Perjudian yang terjadi di tengah masyarakat menyebabkan perubahan sosial dan budaya. Hal ini mengakibatkan pergeseran nilai-nilai agama. Agama hanya dianggap sebagai identitas diri. Sehingga terjadi ketimpangan sosial dan perubahan nilai-nilai agama, sosial, dan budaya.

Faktor Perjudian Online

Di samping itu, ada beberapa faktor pendorong terjadinya perjudian online di kalangan remaja. Yang pertama, faktor kebutuhan. Remaja biasanya menggunakan uang sakunya untuk modal awal judi. Kemudian hasilnya untuk bermain bersama teman-teman ataupun sekedar jalan-jalan. Mereke berpikir dengan berjudi bisa menambah uang tanpa perlu bersusah payah.

Baca Juga  Mirisnya Budaya Santun Terhadap Orang Tua karena Penerapan Bahasa Gaul yang Salah

Kedua, faktor pergaulan. Situasi lingkungan dapat menjadi faktor pendorong terjadinya judi. Kebiasaan dalam suatu lingkungan yang menganggap hanya sebagai hiburan, tanpa disadari membuat pengaruh buruk terutama bagi remaja yang sedang dalam masa berkembang.

Perjudian memberikan dampak buruk, di antaranya rusaknya moral dan memberikan efek candu kepada pelakunya. Dalam permainan judi, kalah atau menang akan memberikan rasa penasaran bagi pelaku. Hal tersebut yang biasanya membuat pelaku ingin terus mencoba sampai rela menghabiskan uang serta tabungannya untuk berjudi. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menyadari bahwa hal tersebut bisa merugikan diri sendiri serta orang lain. Saling mengingatkan juga perlu, agar perjudian tidak semakin bertambah di kalangan pada remaja yang masih berkembang.

*Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung

Share :

Baca Juga

Bonus Demografi Indonesia

Belitong Opinion

Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju 2045, Dapatkan Kita Memanfaatkannya?

Belitong Opinion

Biji Ketiau, Potensi Ekonomi Baru Masyarakat Desa Kemiri

Belitong Opinion

Legenda Beripat Beregong: Kisah dari Kelekak Gelanggang
Kupi Tuan Kuase

Belitong Opinion

Kupi Tuan Kuase, Menikmati Kopi Ala Tuan dan Nona Belanda

Belitong Opinion

DUGDER-AN: Beragam Untuk Bersatu

Belitong Opinion

Mengulik Potensi Pasangan Djoni Alamsyah dan Rudi Hartono di Pilkada Belitung 2024, Perpaduan Pengusaha dan Politisi
Dusun Balitung Pelepak Putih

Belitong Humanities

Damai Nyepi dari Dusun Balitung Pelepak Putih
Pendidikan Moral Anak

Belitong Opinion

Pentingnya Pendidikan Moral Bagi Anak