Home / Belitong Humanities

Senin, 15 Januari 2024 - 17:31 WIB

Tindaklanjuti Konflik Foresta Lestari Dwikarya dan Masyarakat Tujuh Desa, Pj Bupati Belitung Pimpin Rakor Forkompinda

Rapat bersama Forkopimda Belitung dalam rangka menindaklanjuti konflik antara PT. Foresta Lestari Dwikarya dengan masyarakat tujuh desa khususnya di Kecamatan Membalong.

Rapat bersama Forkopimda Belitung dalam rangka menindaklanjuti konflik antara PT. Foresta Lestari Dwikarya dengan masyarakat tujuh desa khususnya di Kecamatan Membalong.

BelitongToday, Tanjungpandan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Belitung.

Rapat tersebut merupakan tindaklanjuti dari tuntutan aksi damai Massa Forum Perjuangan Masyarakat Belantu (FPMB) di Kantor DPRD Kabupaten Belitung pada beberapa waktu lalu.

Rapat bersama forkopimda tersebut dipimpin langsung oleh Pj Bupati Belitung Yuspian didampingi Ketua DPRD Belitung Ansori dan anggota forkopimda serta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Acara berlangsung di ruang rapat Bupati Belitung, Senin (15/1).

Pj Bupati Belitung Yuspian mengatakan, mereka berinisiatif melaksanakan rapat dengan forkopimda dan beberapa OPD. Selain itu, rapat tersebut sekaligus silahturahmi dengan Forkopimda Belitung.

“Dengan adanya tuntutan masyarakat terhadap PT Foresta, memang itu sudah kita bahas. Terkait soal perizinan, itu ada regulasinya dan juga kita ada dinas teknis yang memahami itu dan kita meminta pandangan unsur forkopimda seperti apa,” katanya.

Baca Juga  ​Baznas Belitung dan Komunitas Kuliner Halal Bagikan 1.000 Paket Takjil di Tugu Satam
Pj Bupati Belitung, Yuspian.

Menurutnya, nanti ada beberapa masukan yang akan kita tindaklanjuti, namun tidak bisa dijelaskan secara detail, karena rapat yang digelar barusan memang bersifat tertutup.

Namun, Yuspian melanjutkan, pada intinya pemda terus berupaya mencari jalan terbaik untuk mengatasi masalah yang ada di masyarakat tersebut.

“Kita ini tugasnya menjaga keamanan, ketertiban, stabilitas politik, ekonomi sosial masyarakat, jadi yang kita rumuskan memang untuk menjaga kondusifitas disini. Apalagi saat ini sudah mendekati Pemilihan Umum (Pemilu),” jelasnya.

Yuspian menerangkan, tuntutan masyarakat saat aksi damai beberapa waktu lalu diantaranya meminta pencabutan izin PT. Foresta Lestari Dwikarya dan membebaskan 11 orang tang saat ini terjerat kasus hukum.

Baca Juga  Siswa TK Angkasa Lanud HAS Hanandjoeddin Ikuti Kegiatan Luar Kelas, Saksikan Atraksi Aero Modelling dan Jajal Halang Rintang

“Terkait masalah hukum, ada beberapa masukan juga yang akan kita lakukan. Termasuk juga mempertemukan para pihak, dalam hal ini PT Foresta dengan korban, dalam dua hari ini,” sebutnya.

Ia menjelaskan, pertemuan itu agar seluruh pihak dapat saling mendapatkan kesepakatan dan akhirnya terjadi perdamaian.

Dengan adanya perdamaian ke dua belah pihak, harapannya dapat menjadi pertimbangan keputusan majenis hakim para persidangan 11 orang tersebut.

“Kita mencoba mempertemukan kedua belah pihak dalam waktu dekat ini. Sehingga Pemkab dan ketua DPRD Belitung akan menjadi saksi pertemuan mereka nantinya,” tandasnya. (Adoy)

https://youtu.be/AC4hLJcLIuw?si=ZIftR4f6GWjxAKWV

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Calhaj di Belitung Sudah Bisa Lunasi BIPIH, Segini Biaya Haji di Tahun 2024
Tri Tito Karnavian

Belitong Humanities

Istri Mendagri, Tri Tito Karnavian, Kunjungi SD Negeri 2 Tanjungpandan, Ternyata Punya Kenangan Ini

Belitong Humanities

Isyak Meirobie Serahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Belitung Tahun 2022

Belitong Humanities

Program “Bercerita” Berikan Dampak Besar bagi Siswa di Belitung, Ini Penjelasan Kadindikbud Belitung

Belitong Humanities

Wabup Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2023, Dorong Media Proporsional dan Profesional dalam Pemberitaan

Belitong Humanities

Bupati Belitung Timur Kukuhkan 39 Kades dan 218 BPD di Kabupaten Belitung Timur

Belitong Humanities

Optimalkan Pendistribusian, Kemenag Belitung Imbau Pengurus Masjid Bentuk Amil Zakat

Belitong Humanities

IKM Babel dan IKMB Jakarta Dorong Gerakan Kepedulian Lewat Baksos, Bang Away: “Perayaan HUT Babel Harus Dekat dengan Masyarakat”