Home / Belitong Economic and Business

Jumat, 30 September 2022 - 14:45 WIB

Walau Sempat Memanas, Pengusaha-Sopir Akhirnya Setujui Kenaikan Tarif Angkutan Pelabuhan

Kesepakatan kenaikan tarif angkut pelabuhan di kantor PT Pelindo Tanjungpandan

Kesepakatan kenaikan tarif angkut pelabuhan di kantor PT Pelindo Tanjungpandan

BelitongToday, Tanjungpandan – Pengusaha dan sopir truk angkutan pelabuhan Tanjungpandan akhirnya menyetujui kenaikan tarif angkutan yaitu naik 20 persen dari tarif awal untuk jarak 1-10 kilometer atau dalam kota, dan naik 15 persen dari tarif awal dengan jarak di atas 10 km (luar kota).

“Dengan catatan pembayaran harus lancar dan tidak ada potongan liar dari calo atau agen. Kemudian sisa barang-barang yang ada di pelabuhan sesegera mungkin dikirimkan, jangan sampai menumpuk,” ujar Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, yang menengahi negosiasi antara pengusaha dan sopir di kantor PT Pelindo Regional II Tanjungpandan, Jumat (30/9).

Walaupun sudah disepakati oleh Bupati Belitung pada audiensi dengan DPRD Kab. Belitung dan Assapel (Asosiasi Sopir Angkut Pelabuhan – red) pada 27 September lalu, barang-barang sembako dan barang lainnya masih menumpuk di pelabuhan karena sopir belum mengirimkannya ke tempat tujuan. Pasalnya, pengusaha belum setuju dengan kenaikan tarif itu karena merasa tidak diajak bicara pada audiensi dengan DPRD Kab. Belitung tersebut.

Baca Juga  Pemprov Babel Gelar UMKM Award 2024, Berikan Sejumlah Penghargaan Kepada Pelaku UMKM
Berita acara pengesahan kenaikan harga ditandatangani perwakilan sopir dan pengusaha, disaksikan Wakil Bupati dan Kepala Dinas Perhubungan

Pada rapat negosiasi kenaikan harga tersebut, situasi sempat memanas karena para anggota Assapel yang ada di luar ruangan sempat masuk ke ruangan dan mengutarakan pendapatnya.

“Begitu harga sudah ditetapkan oleh Bupati, supir-supir sudah siap jalan bahkan dengan harga lama, walaupun kami ingin harga segera disesuaikan, namun tidak jalan karena belum ada kesepakatan dengan pengusaha,” ujar Ketua Assapel, Suhar Iswandi.

Padahal menurut Suhar, kenaikan tarif 25 persen yang ditetapkan itu merupakan harga tertinggi, karena tarif di lapangan selalu berada di bawah tarif yang ada di SK Bupati.

Ibu lili, pengusaha pelayaran mengatakan dari pihak pengusaha sebelumnya menawarkan kenaikan tarif dalam kota 18 persen, dan diatas 10 km naik 12 persen.

Wakil Bupati menambahkan, bahwa jika kita tidak tepat dalam menentukan tarif, akan berdampak pada inflasi. Kenaikan tarif tidak akan berdampak pada kondisi keuangan keluarga jika harga-harga juga naik.

“Jangan sampai kita menandatangani keputusan yang akan berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan di desa-desa,” lanjut Wabup.

Baca Juga  ‎Hendak Isi BBM Pakai Nopol Palsu, Satlantas Polres Belitung Langsung Tindak Tegas!

Isyak melanjutkan, Assapel meminta kenaikan 25 persen, sementara pemerintah pusat menggariskan kenaikan di angka 11 persen, dan Provinsi Bangka Belitung sebesar 15 persen, sekarang bagaimana kesepakatan di Belitung.

“Kita upayakan yang paling baik agar semua pihak sepakat. Harga harus rasional agar kemitraan antara pengguna jasa dan pemberi jasa terus berjalan. Jangan ada lagi penundaan kesepakatan agar ekonomi terus berjalan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Belitung, Ubaidillah menambahkan, berapapun angka kenaikan, hasil akhir itu berdasarkan kesepakatan dan harus dijalankan.

“Harga yang sudah disepakati yaitu 20 persen jarak dekat dan 15 persen jarak jauh sudah harus dilaksanakan mulai tanggal SK Bupati ditetapkan, jika pengguna jasa menegosiasikan tarif lagi, lapor ke kami,” tegasnya.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan pengiriman barang kembali lancar karena sebagaimana diketahui, setelah beberapa hari mogok, barang sembako di kapal banyak telantar dan menghambat ekonomi. (angga)

Share :

Baca Juga

BLT Buluh Tumbang

Belitong Economic and Business

Pemdes Buluh Tumbang Bagikan BLT-DD Kepada 62 Warga

Belitong Economic and Business

Setahun Pasca Merger, Pelindo Tanjungpandan Sukses Tingkatkan Pelayanan kepada Pengguna Jasa

Belitong Economic and Business

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Belitung Pastikan Stok Bahan Pokok Cukup

Belitong Economic and Business

Gelar Aksi Mogok Kerja, Supir Angkutan Pelabuhan Tuntut Kenaikan Tarif 35 Persen
Food Court

Belitong Economic and Business

Proyek Food Court Resmi Dimulai, Sanem Letakkan Batu Pertama
Pupuk Organik DKPP belitung

Belitong Economic and Business

Tekan Tingginya Biaya Produksi, DKPP Belitung Latih Petani Bikin Pupuk Organik

Belitong Economic and Business

Wujudkan Keterbukaan Harga, DKUKMPTK Belitung Pasang Tabel Harga di Pasar Induk Tanjungpandan

Belitong Economic and Business

Cuaca Ekstrem Ganggu Produksi Cabai di Belitung