Home / Belitong Opinion

Senin, 1 Januari 2024 - 14:24 WIB

Sahani Saleh, dari ‘Tuk Lanun’ Hingga Pantun Bunga Teruntum di Atas Batu

Bupati Belitung periode 2018-2023 Sahani Saleh ketika menyalami para tamu undangan dalam acara perpisahannya sebagai Bupati Belitung periode 2018-2023 yang bertajuk 'Besame Betare' di kawasan Bundaran Tugu Satam, Minggu (31/12).

Bupati Belitung periode 2018-2023 Sahani Saleh ketika menyalami para tamu undangan dalam acara perpisahannya sebagai Bupati Belitung periode 2018-2023 yang bertajuk 'Besame Betare' di kawasan Bundaran Tugu Satam, Minggu (31/12).

Tuk Lanun

Sahani Saleh atau Sanem lahir di Burung Mandi, Kecamatan Damar, 7 November 1958. Sanem lahir di sebuah desa yang terletak pesisir pantai Burung Mandi.

Sahani Saleh kecil sudah dekat dengan alam salah satunya adalah laut. Pergi memancing atau menjaring ikan di laut telah menjadi kebiasaan atau hobinya sejak kecil.

Kedekatannya dengan laut membuat Sanem mendapatkan panggilan ‘Tuk Lanun’. Dalam beberapa acara misalnya, Sanem kerap dipanggil dengan sapaan ‘Tuk Lanun’.

Baca Juga  Guru Penggerak Diharapkan Mampu Bawa Siswa Temukan Potensi Diri

Bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno dalam beberapa kali lawatannya ke Belitung kerap memanggil Sanem dengan panggilan ‘Lanun’.

Panggilan ‘Lanun’ membuat Sanem menjadi semakin fenomenal di kalangan masyarakat lokal. Mulai dari nelayan, penghobi mancing, dan teman sejawatnya selalu menyebutnya dengan panggilan ‘Tuk Lanun’ atau ‘Kik Lanun’.

Baca Juga  Tak Hanya Sekolah dan Rumah Sakit, Ini Deretan Hasil Penyaluran DAK Fisik 2024 di Pulau Belitung

Bagi Sanem sendiri, ia tidak merasa risih dipanggil ‘Lanun’. Meskipun ‘Lanun’ memiliki konotasi negatif pada zaman dahulu yakni perompak atau bajak laut.

Sanem mengaku memang memiliki keturunan ‘Lanun’ atau ‘Iranun’, Namun bukan berkonotasi negatif. Ia memaknai ‘Lanun’ atau ‘Iranun’ sebagai sebuah keberanian, kegigihan, keuletan, dan ketangguhan sebagai penguasa lautan pada zaman itu. Sehingga inilah menumbuhkan kecintaannya terhadap laut (Bahari) yang teramat dalam.

Share :

Baca Juga

Pendidikan Moral Anak

Belitong Opinion

Pentingnya Pendidikan Moral Bagi Anak

Belitong Opinion

Perahu Kater: Buah Kreatifitas Nenek Moyang Sebagai Pelaut

Belitong Opinion

APBN Menyatukan Kembali Belitung dan Belitung Timur
Anjing Liar

Belitong Opinion

Anjing Liar, Kemanakah Kita Harus Menyingkirkannya?

Belitong Opinion

Biji Ketiau, Potensi Ekonomi Baru Masyarakat Desa Kemiri
SEA Games 2023

Belitong Opinion

SEA Games 2023, Masihkah Efektif sebagai Ajang Mempererat Hubungan Negara Asia Tenggara?

Belitong Opinion

Maraknya Kecanduan Judi Online di Kalangan Remaja
Budaya Bahasa

Belitong Opinion

Mirisnya Budaya Santun Terhadap Orang Tua karena Penerapan Bahasa Gaul yang Salah