Home / Crime in Belitong

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:57 WIB

Miris! Satpol PP Belitung Amankan 39 Pelanggar Indikasi Tindak Asusila Hingga Maret 2023

Sekretaris Satpol PP Belitung, Abdul Hadi.

Sekretaris Satpol PP Belitung, Abdul Hadi.

BelitongToday, Tanjungpandan – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, merilis jumlah kasus dan pelanggar ketertiban umum dan ketentraman masyarakat selama periode Februari-Maret 2023.

Selama kurun waktu tersebut, jumlah pelanggar ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kabupaten Belitung meningkat.

Total jumlah pelanggar ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kabupaten Belitung pada Februari sebanyak 39 pelanggar dari 20 kasus.

Sedangkan jumlah ini meningkat pada Maret 2023 yakni 74 pelanggar dari 15 kasus.

“Jumlah pelanggar ketertiban umum dan ketentraman masyarakat sebelum bulan puasa ini meningkat,” jelas Sekretaris Satpol PP Belitung, Abdul Hadi, Kamis (30/3) pagi.

Ia menjelaskan, dari sejumlah kasus pelanggaran tersebut salah satunya adalah pelanggaran indikasi tindakan asusila yang jumlahnya cukup tinggi.

Baca Juga  Bupati Belitung Tinjau Stok Bapok Jelang Idul Fitri 1446 Hijriah, Stok Aman dan Harga Stabil

Pihaknya mencatat bulan Februari jumlah pelanggar indikasi tindak asusila sebanyak 17 pelanggar. Juga, pelanggar yang diduga memfasilitasi tindak asusila sebanyak empat orang.

Namun pada bulan Maret jumlah ini meningkat, jumlah pelanggar indikasi tindak asusila sebanyak 22 orang dan pelanggar indikasi memfasilitasi tindak asusila sebanyak tiga orang.

“Kami mengaku prihatin dengan kondisi ini di mana para pelaku juga sebagian besar memang remaja atau anak-anak muda,” jelasnya.

Ia menekankan, tindakan indikasi pelanggaran asusila yang dimaksud ini sebagai contoh praktik prositusi online. Juga, pasangan bukan suami istri yang terjaring di kamar hotel, hingga pasangan yang berduaan di tempat sepi.

Baca Juga  Ustaz Abdul Somad Bakal Ceramah di Belitung, Ini Jadwal dan Lokasinya

“Namun memang kebanyakan adalah pelaku prostitusi online melalui aplikasi Mi-chat,” bebernya.

Abdul Hadi menerangkan, motif yang melatarbelakangi mereka melakukan tindakan asusila ini adalah faktor ekonomi dan rata-rata mereka dari keluarga broken home.

“Sehingga kalau sudah broken home maka pengawasan dari orang tuanya lemah,” ungkap dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau para orang tua agar dapat melakukan pengawasan yang ekstra kepada anaknya agar tidak terjerumus perbuatan semacam ini.

“Kami minta agar orang tua agar mengawasi anaknya dengan ekstra ketat,” harapnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

penembakan

Crime in Belitong

Penembakan Massal Nodai Perayaan Tahun Baru Imlek

Crime in Belitong

Kesal Motornya Dipakai, Pemuda di Babel Ini Nekat Keroyok Pacar Adiknya

Crime in Belitong

Usai Divonis Bebas Majelis Hakim, Lepas Isya Romelan Langsung Keluar Lapas Kelas II B Tanjungpandan
Sidang

Crime in Belitong

Sidang Perdana Pengrusakan Aset Foresta Lestari Dwikarya, 11 Terdakwa Dijerat Pasal Berbeda
Barang Bukti

Crime in Belitong

Kejaksaan Negeri Belitung Timur Musnahkan Barang Bukti Berkekuatan Hukum Tetap
butir obat

Crime in Belitong

Wow! Pemuda Jalan Basuki Rahmat Tanjungpandan Ini Simpan Ratusan Tablet Tramadol dan Trihexyphenidyl, Berhasil Diciduk Satpol PP Belitung

Crime in Belitong

BNNK Belitung Bentuk Sekolah Bersih Narkoba, Integrasikan Pendidikan Anti Narkoba dalam Pembelajaran

Crime in Belitong

Tim Patroli Perintis Polres Belitung Temukan Remaja yang Asyik Nongkrong, Minum Arak dan Bawa Sajam